EKSPOSTIMES.COM – Pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2025 yang digelar Polri selama masa mudik dan arus balik Lebaran tahun ini menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Data yang dihimpun hingga Minggu, 6 April 2025, menunjukkan penurunan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Firman Darmansyah, S.I.K., dalam keterangannya menyebutkan bahwa sepanjang sepuluh hari pelaksanaan operasi, jumlah kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 74 kejadian. Jumlah ini turun drastis sebesar 62,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 195 kasus kecelakaan.
“Penurunan ini merupakan buah dari sinergi antara seluruh petugas di lapangan dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas selama libur Lebaran,” kata KBP Firman dalam konferensi pers di Mapolda Sumut, Dikutip (8/4).
Tak hanya kecelakaan lalu lintas, gangguan kamtibmas juga mengalami tren penurunan. Hari pertama Operasi Ketupat mencatat jumlah gangguan kamtibmas tertinggi dengan 159 kasus, didominasi oleh wilayah Polrestabes Medan yang mencatat 56 kasus. Namun angka ini terus menurun, hingga mencapai titik terendah pada hari ketujuh dengan 63 kejadian.
“Pada hari ke sepuluh, jumlah gangguan kamtibmas kembali menurun 5 persen dibanding hari sebelumnya, dari 124 menjadi 118 kasus,” tambahnya.
Meski angka kriminalitas dan kecelakaan mengalami penurunan, Dirlantas juga menyoroti adanya lima titik kepadatan lalu lintas yang masih menjadi perhatian serius karena tingginya volume kendaraan, khususnya di jalur-jalur menuju kawasan wisata populer.
Kelima titik tersebut adalah:
- Jl. Jamin Ginting, Pancur Batu (Medan) – terjadi kepadatan sepanjang 1 km menuju kawasan Berastagi.
- Jl. Merdeka, Tiga Raja (Simalungun) – kepadatan mencapai 1,8 km menuju Parapat, destinasi wisata Danau Toba.
- Jl. Ahmad Yani, Air Batu (Asahan) – kemacetan terjadi sepanjang 1 km.
- Jl. Lintas Sumatra, Aek Ledong (Labuhanbatu Utara) – panjang kemacetan mencapai 4,6 km akibat penyempitan jalan.
- Jl. Jamin Ginting, Doulu (Tanah Karo) – titik ini mengalami lonjakan kepadatan dari 2,6 km menjadi 6,5 km, akibat parkir sembarangan di badan jalan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan TNI-Polri Berantas Pungli yang Ganggu Investasi
Untuk mengatasi kemacetan tersebut, polisi telah melakukan sejumlah langkah taktis berupa pengaturan lalu lintas, penerapan sistem buka-tutup, hingga penertiban kendaraan yang parkir sembarangan.
“Kami terus lakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di titik-titik padat tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran bersama,” tegas Kombes Pol Firman.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2025 dianggap berhasil menciptakan suasana aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat selama libur panjang Idulfitri. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi aktif antara aparat kepolisian, TNI, pemerintah daerah, serta kesadaran tinggi dari masyarakat pengguna jalan.
Ke depan, Polda Sumut akan terus mengevaluasi dan memperbaiki pola pengamanan dan pelayanan publik guna menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat, khususnya di momen-momen besar seperti libur nasional atau hari besar keagamaan.
Operasi Ketupat Toba 2025 masih akan berlangsung hingga berakhirnya masa arus balik, dan Polri memastikan seluruh jajaran siap siaga untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengguna jalan di seluruh wilayah Sumatera Utara. (Rudi)













