EKSPOSTIMES.COM- Rekaman video yang memperlihatkan sekelompok orang mengaku sebagai anggota TNI menghentikan aktivitas pertambangan emas di perkebunan Nona Hoa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Rabu (3/8) siang, memantik sorotan tajam. Insiden itu bukan sekadar memicu ketegangan di lapangan, tetapi juga memperlihatkan kaburnya batas kewenangan dalam penanganan konflik pertambangan yang selama ini tak kunjung tuntas.
Berdasarkan informasi, rombongan tersebut datang dengan menyatakan mewakili pihak yang dikaitkan dengan CV Minselano. Mereka meminta aktivitas pertambangan dihentikan dengan alasan lokasi yang digarap telah memasuki wilayah perusahaan.
Namun, penghentian aktivitas itu tidak berlangsung mulus. Dalam video yang beredar, terlihat adu mulut antara warga dan sejumlah orang yang mengaku sebagai anggota TNI. Suasana semakin memanas ketika salah seorang di antaranya diduga melepaskan tembakan ke udara. Rekaman itu sontak memicu kepanikan warga yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut melahirkan pertanyaan serius yang hingga kini belum terjawab. Benarkah mereka merupakan prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas berdasarkan perintah resmi, atau justru ada pihak yang mencatut nama institusi negara untuk memperkuat posisi dalam sengketa penguasaan lahan tambang?
Pertanyaan itu menjadi penting karena setiap tindakan yang mengatasnamakan aparat negara harus memiliki dasar hukum, kewenangan, dan pertanggungjawaban yang jelas. Apabila identitas maupun kewenangan pihak-pihak tersebut tidak dapat dibuktikan, maka tindakan tersebut berpotensi mencederai kewibawaan institusi negara sekaligus memperkeruh persoalan yang sudah lama membelit kawasan pertambangan Ratatotok.
Di sisi lain, fakta bahwa aktivitas pertambangan tanpa izin masih berlangsung secara terbuka juga kembali menyoroti lemahnya penegakan hukum. Selama persoalan mendasar itu tidak ditangani secara tegas dan transparan oleh aparat yang berwenang, ruang konflik antarkelompok maupun aksi sepihak akan terus terbuka.
Publik kini menunggu sikap resmi TNI, kepolisian, serta instansi terkait untuk mengungkap identitas pihak yang terekam dalam video, memastikan legalitas tindakan penghentian aktivitas tambang tersebut, sekaligus menjelaskan dugaan pelepasan tembakan yang memicu keresahan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun pihak yang dikaitkan dengan CV Minselano terkait peristiwa tersebut. Konfirmasi dan penjelasan dari seluruh pihak yang berkepentingan masih terus diupayakan. (tim)













