Hukum & Kriminal

Tangisan Wamenaker Noel Saat Digiring KPK Usai Terjaring OTT Pemerasan Sertifikasi K3

×

Tangisan Wamenaker Noel Saat Digiring KPK Usai Terjaring OTT Pemerasan Sertifikasi K3

Sebarkan artikel ini
Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel menangis saat digiring KPK usai resmi ditetapkan tersangka kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3.(Foto Detik)

EKSPOSTIMES.COM – Pemandangan dramatis terjadi di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (22/8/2025) sore. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, resmi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Dengan tangan terborgol, Noel tampak sesekali menyeka air mata ketika digiring menuju ruang konferensi pers sekitar pukul 15.37 WIB.

Momen tersebut menjadi sorotan publik setelah KPK secara resmi mengumumkan Noel sebagai salah satu tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ia ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama belasan orang lainnya.

Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam konferensi pers menjelaskan, kegiatan tangkap tangan itu berawal dari laporan masyarakat.

“Dari informasi yang dihimpun, pada 20–21 Agustus 2025, tim KPK bergerak secara paralel di sejumlah lokasi di Jakarta dan mengamankan 14 orang,” ujar Setyo.

Baca Juga: Jejak OTT KPK Sentuh Kabinet, Wamenaker Immanuel Ebenezer Jadi Sasaran

Dari 14 orang tersebut, lanjut Setyo, 11 ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Noel. Sementara tiga orang lainnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat. Seluruh tersangka langsung ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan KPK.

Drama OTT Noel bukan hanya soal penangkapan. KPK juga mengungkap barang bukti mengejutkan. Lembaga antirasuah menyita uang miliaran rupiah, 15 mobil, dan 7 sepeda motor. Sebagian kendaraan hasil sitaan bahkan dipamerkan di lobi depan dan belakang Gedung Merah Putih KPK sehari sebelumnya.

Tak berhenti di situ, KPK turut menyegel ruang Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker & K3) di Kementerian Ketenagakerjaan. Penyegelan ini menandai betapa seriusnya lembaga antirasuah mendalami aliran dana dan modus pemerasan yang diduga melibatkan pejabat tinggi.

Noel kini menjadi pejabat aktif pertama di Kabinet Indonesia Maju yang digelandang KPK dalam kasus dugaan pemerasan. Tangisannya ketika digiring ke hadapan publik seolah menggambarkan beratnya beban yang harus ia hadapi.

Sementara itu, Istana memastikan menunggu hasil resmi dari KPK sebelum mengambil sikap terhadap posisi Noel di kabinet. Namun, publik menilai drama OTT ini menjadi peringatan keras bahwa praktik korupsi di lingkaran kekuasaan tetap menjadi ancaman nyata.

Dengan status tersangka yang kini disandangnya, langkah hukum Noel dan dampaknya terhadap stabilitas politik di pemerintahan masih akan terus menjadi sorotan dalam beberapa pekan ke depan. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *