EKSPOSTIMES.COM- Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi meninjau uji coba penyerapan susu koperasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang, Selasa (25/2/2025). Dalam kunjungan tersebut, Menkop meresmikan peternakan sapi perah milik Koperasi Produsen Agro Nusantara (KAN) Jabung sekaligus mengevaluasi skema distribusi susu segar ke program MBG.
Peternakan baru yang diresmikan ini berdiri di atas lahan seluas 10.300 meter persegi dan mampu menampung 392 ekor sapi perah, dengan produksi harian mencapai 600–700 liter susu. Saat ini, KAN Jabung beranggotakan 2.500 peternak dengan total kepemilikan 7.500 ekor sapi yang menghasilkan 51.000 liter susu per hari.
Dalam kesempatan tersebut, Menkop Budi Arie didampingi Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Supomo. Panel Barus menegaskan bahwa uji coba penyerapan susu koperasi dalam program MBG akan dilakukan di lima lokasi di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
“Beberapa waktu lalu, peternak sapi perah sempat resah karena susu segar mereka tidak terserap industri pengolahan susu (IPS). Menkop Budi Arie langsung mengambil langkah strategis dengan mengarahkan Kementerian Koperasi untuk memastikan program MBG menyerap susu koperasi,” ungkap Panel Barus.
Sebagai langkah awal, uji coba dilakukan dengan penyajian susu pasteurisasi menggunakan dispenser dan gelas, sehingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hanya perlu membeli susu tanpa kemasan. Skema ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga mengurangi limbah kemasan, sekaligus menjaga higienitas produk melalui wadah khusus dan dispenser bersuhu terjaga.
Panel menambahkan bahwa keterlibatan koperasi dalam rantai pasok pangan menjadi solusi strategis bagi perekonomian rakyat.
“Koperasi beras, koperasi susu, koperasi telur, hingga koperasi nelayan harus terlibat dalam program MBG agar manfaatnya semakin luas,” tegasnya.
Ia juga mengutip arahan Presiden Prabowo yang menekankan bahwa koperasi merupakan amanat konstitusi dan memiliki peran penting dalam mencapai empat sasaran utama MBG, yakni meningkatkan gizi, menekan stunting, memperkuat ekonomi rakyat di tingkat lokal, serta mengurangi kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja.
“Dengan skema yang tepat, kita bisa mengatasi tengkulak, menjaga stabilitas harga saat panen, serta memastikan komoditas petani terserap pasar. Tantangan utama kita saat ini adalah meningkatkan produktivitas rakyat melalui koperasi,” tutup Panel Barus. (*/tim)













