EKSPOSTIMES.COM- Operasi senyap aparat kepolisian kembali mengguncang jaringan narkoba lintas provinsi. Kali ini, Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sindikat peredaran ganja dari Sumatera Utara ke Jakarta. Sebanyak 34 kilogram ganja kering siap edar serta hampir 7 gram sabu berhasil diamankan dalam operasi ini.
Kasus ini bermula dari laporan intelijen terkait pengiriman ganja dari Medan ke Jakarta. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, polisi mengendus pergerakan salah satu kurir yang membawa barang haram tersebut.
Sabtu, 15 Maret 2025, tim Ditresnarkoba Polda Metro Jaya langsung bergerak dan menangkap seorang pria berinisial I di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Saat digeledah, pria tersebut kedapatan membawa 1 kilogram ganja yang dibungkus rapi dalam paket.
Baca Juga: DPRD Sulut Geram, Polda Didesak Berantas Jaringan Pengiriman Pekerja Ilegal ke Kamboja
Interogasi terhadap I membuka pintu lebih lebar. Polisi mendapatkan informasi bahwa ada lokasi penyimpanan lain di sebuah kontrakan di Pinangsia, Jakarta Barat. Tim segera bergerak ke lokasi dan menemukan 3 kilogram ganja serta 6,98 gram sabu yang siap diedarkan.
Namun, pengungkapan tak berhenti di sana. Polisi terus mengembangkan kasus hingga akhirnya menemukan gudang penyimpanan utama di daerah yang sama.
“Interogasi lebih lanjut mengungkap adanya tempat penyimpanan lain di kontrakan di daerah Pinangsia. Di sana, petugas menemukan 30 kilogram ganja yang dikemas dalam dua karung hijau,” ujar Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ade Candra, Senin (17/3/2025).
Tak hanya menyita barang bukti dalam jumlah besar, operasi ini juga berhasil membongkar jaringan narkotika yang lebih luas. Lima orang yang diduga terlibat dalam sindikat ini telah diamankan. Mereka berinisial I, RR, S, P, dan R.
Polisi meyakini kelima orang ini adalah bagian dari jaringan besar yang kerap menyelundupkan narkotika dari Sumatera Utara ke Jakarta melalui jalur darat.
“Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya dalam memerangi peredaran narkoba, terutama dari jaringan lintas provinsi yang terus berupaya memasok barang haram ke ibu kota,” tegas Ade Candra.
Baca Juga: Bea Cukai Soetta Tangkap WNA Amerika Pembawa Sabu, Diduga Juga Produksi Konten Pornografi
Polda Metro Jaya mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas peredaran narkotika. Informasi dari warga sangat berharga untuk mencegah narkoba merusak generasi muda.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba. Perang melawan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama,” pungkas Ade Candra. (tim)












