EKSPOSTIMES.COM- Indonesia kian diperhitungkan sebagai magnet investasi digital kawasan Asia Pasifik, terutama dalam sektor infrastruktur pusat data dan teknologi konektivitas. Posisi strategis di jalur utama lalu lintas digital dunia, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi digital yang agresif, menjadikan Tanah Air sebagai hub baru transformasi digital Asia.
Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Mira Tayyiba, dalam pemaparan resminya di Jakarta, Kamis (15/5/2025). Menurutnya, Indonesia kini bukan lagi sekadar pasar digital terbesar di Asia Tenggara, tetapi pemain kunci yang siap mencetak sejarah digital baru di panggung global.
Baca Juga: Kemkomdigi Bekukan Sementara Worldcoin dan WorldID, Diduga Langgar Aturan Sistem Elektronik
“Indonesia menempati posisi strategis sebagai pintu gerbang ekonomi digital Asia Pasifik,” ujar Mira.
Didukung riset berbagai firma sekuritas global, nilai pasar pusat data Indonesia saat ini telah menyentuh angka USD 2,39 miliar. Jumlah itu diprediksi akan melonjak drastis menjadi USD 3,79 miliar pada 2030.
Tren ini tak lepas dari derasnya permintaan layanan cloud, lonjakan konsumsi data, serta eksistensi perusahaan teknologi global yang mulai melirik Indonesia sebagai basis utama operasional digital mereka.
Faktor lainnya yang tak kalah penting adalah penetrasi internet Indonesia yang telah mencapai 78% populasi, menjadikannya sebagai salah satu pasar digital paling dinamis dan terkoneksi di kawasan.
Dalam tiga tahun terakhir, Gross Merchandise Value (GMV) ekonomi digital Indonesia mencatat pertumbuhan eksponensial. Dari USD 80 miliar di 2023, naik ke USD 90 miliar pada 2024, dan diproyeksikan mencapai USD 130 miliar di 2025.
Pertumbuhan ini didorong oleh sektor strategis seperti E-commerce, Fintech dan layanan keuangan digital, Transportasi dan logistik online, dan Teknologi kesehatan (healthtech).
“Ekosistem digital kita terus membesar dan bergerak menuju integrasi penuh. Investor global melihat Indonesia bukan sekadar pasar, tapi sebagai landasan strategis pertumbuhan jangka panjang,” papar Mira.
Di era digital hijau, keberadaan energi ramah lingkungan menjadi syarat utama pembangunan pusat data modern. Mira menyebut bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam energi terbarukan, seperti panas bumi, tenaga surya, dan hidro, yang dapat mendukung pengoperasian pusat data berkelanjutan.
“Indonesia bukan hanya menyiapkan infrastruktur digital, tetapi juga fondasi energi hijau yang membuat investasi ini jauh lebih bernilai dan berkelanjutan,” jelasnya.
Investasi pusat data tak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, peluang bisnis baru, dan meningkatkan daya saing nasional dalam ekonomi digital global. Kemkomdigi optimistis bahwa efek domino dari ekspansi infrastruktur digital ini akan mempercepat pembangunan ekosistem digital inklusif, kompetitif, dan tangguh.
Baca Juga: Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Sebarkan Kebaikan di Dunia Digital Saat Idulfitri 2025
Mira menegaskan, pemerintah siap mendampingi masuknya investasi dengan regulasi progresif, insentif strategis, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan serat optik, pusat pelatihan talenta digital, dan smart regulation.
“Indonesia tidak hanya siap menarik investasi, tapi juga menjamin pertumbuhan berkelanjutan dari investasi itu sendiri,” tegas Mira. (tim)










