Hukum & Kriminal

Gudang Sekolah Bikin Gempar! 995 Air Soft Gun, Senjata Api hingga Narkotika Ditemukan

×

Gudang Sekolah Bikin Gempar! 995 Air Soft Gun, Senjata Api hingga Narkotika Ditemukan

Sebarkan artikel ini
Polisi mengamankan ratusan air soft gun dan satu senjata api yang ditemukan di gudang sebuah sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Sebanyak 995 air soft gun dan satu senjata api ditemukan di sebuah gudang sekolah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

EKSPOSTIMES.COM – Sebuah temuan mengejutkan menggemparkan lingkungan pendidikan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sebanyak 995 air soft gun dan satu senjata api ditemukan di sebuah gudang sekolah yang berada di bawah pengelolaan sebuah yayasan pendidikan.

Temuan tersebut pertama kali diketahui pada 10 Juli 2026, ketika pihak yayasan hendak membuka sebuah ruangan yang sebelumnya disebut menjadi tempat penyimpanan barang milik mantan pengurus yayasan.

Temuan senjata dalam jumlah fantastis itu sontak memunculkan tanda tanya besar. Bagaimana ratusan air soft gun hingga senjata api bisa berada di dalam lingkungan sekolah?

Pengacara yayasan, Hermawanto, mengatakan ruangan tersebut sebelumnya berada dalam penguasaan pengurus lama, termasuk IWD yang disebut telah menjabat sebagai ketua pengurus yayasan sejak 2011.

“Yang mengelola itu dahulu adalah pengurus lama yang sudah kami berhentikan, sudah kami pecat. Dan sekarang pengurus baru, makanya kami tidak tahu apa-apa,” kata Hermawanto saat ditemui di sekolah, Jumat (7/8/2026).

Menurut Hermawanto, persoalan internal yayasan telah berlangsung cukup lama. Ia menyebut IWD diduga menggunakan uang yayasan untuk membeli sebidang tanah pada 2013. Namun, beberapa tahun kemudian sertifikat tanah tersebut disebut justru tercatat atas nama istri IWD yang merupakan pembina yayasan.

“Tanah itu uangnya diambil dari yayasan untuk membeli tanah, enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan,” ujarnya.

Konflik tersebut kemudian bergulir ke ranah hukum. Otto Malik sebelumnya menggugat IWD ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait penetapan pengurus yayasan. Gugatan tersebut ditolak sehingga IWD tetap dinyatakan sah sebagai pimpinan yayasan.

Dalam perkara tersebut turut disebut nama purnawirawan TNI Soerjo Wirjohadipoetro atau yang dikenal dengan sapaan “Jenderal Suryo”.

Hermawanto menyebut sengketa tersebut menjadi salah satu akar persoalan hingga pihak yayasan akhirnya memberhentikan IWD dan istrinya pada 18 April 2026. Setelah itu, keduanya tidak diperkenankan kembali memasuki lingkungan sekolah.

Namun, situasi berubah drastis ketika pihak yayasan membuka sebuah ruangan pada 10 Juli 2026.

Di dalam ruangan tersebut ditemukan 995 air soft gun berbagai jenis dan satu senjata api. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada kepolisian.

Polisi melakukan penggeledahan hingga keesokan harinya dan membuat laporan polisi model A. Empat hari kemudian, pihak yayasan juga membuat laporan sendiri sekaligus menyerahkan barang-barang yang ditemukan kepada polisi.

Namun, menurut pihak yayasan, hampir satu bulan setelah laporan dibuat belum ada perkembangan penyelidikan yang disampaikan kepada mereka.

Ketika pihak yayasan kembali memanggil polisi untuk membuka ruang kerja yang sebelumnya digunakan IWD, temuan lain kembali muncul.

Kali ini disebut ditemukan senjata laras panjang, air soft gun, narkotika yang diduga sabu dan ganja, serta 25 keping VCD bermuatan pornografi.

Rentetan temuan tersebut kini menjadi sorotan serius. Publik tentu menunggu jawaban, siapa pemilik barang-barang tersebut, dari mana asalnya, untuk apa disimpan, dan bagaimana semuanya bisa berada di lingkungan sekolah?

Polisi diharapkan mengusut secara menyeluruh setiap temuan tersebut serta memastikan apakah ada keterkaitan antara keberadaan barang-barang itu dengan konflik internal yayasan.

Seluruh temuan dan dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan kepolisian. (*/Kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *