EKSPOSTIMES.COM- Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, SS, Senin (24/3/2025), membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kabupaten Minahasa 2025-2029.
Dalam sambutannya, Wabup menekankan bahwa RPKD bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan strategi utama yang akan menjadi pedoman pemerintah daerah dalam menurunkan angka kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem di Minahasa.
“Ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kita harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan program benar-benar berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Vanda dengan penuh optimisme.
Baca Juga: Wabup Minahasa Vanda Sarundajang Tinjau Langsung Korban Banjir dan Longsor di Desa Tikela
Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Minahasa tercatat sebanyak 22.780 orang atau 6,53% dari total populasi, turun dari 23.860 orang (6,87%) pada tahun 2023.
Penurunan ini menjadi bukti bahwa berbagai program kesejahteraan yang dijalankan telah memberikan hasil. Namun, Wabup mengingatkan bahwa perjuangan masih jauh dari selesai.
“Penurunan ini tentu membanggakan, tetapi kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada tantangan besar yang harus kita hadapi untuk memastikan setiap warga Minahasa keluar dari lingkaran kemiskinan,” tegasnya.
Dalam Rakor ini, penyusunan RPKD didorong agar berbasis data yang akurat dan perencanaan yang matang. Hal ini bertujuan untuk menciptakan program yang benar-benar efektif dan dapat diukur dampaknya bagi masyarakat miskin.
Beberapa langkah strategis yang menjadi fokus dalam penyusunan RPKD 2025-2029 meliputi:
✅ Peningkatan Akses Ekonomi: Mendorong UMKM dan industri kreatif lokal agar lebih berkembang dan berkontribusi dalam pengurangan angka kemiskinan.
✅ Pembangunan Infrastruktur Sosial: Memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum yang layak.
✅ Program Bantuan Tepat Sasaran: Memanfaatkan teknologi digital untuk memastikan bantuan sosial diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
✅ Sinergi Pemerintah dan Masyarakat: Meningkatkan keterlibatan swasta dan komunitas dalam menciptakan peluang ekonomi bagi kelompok rentan.
Rakor ini bukan hanya sekadar forum diskusi, tetapi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas lokal, untuk bersinergi dalam menekan angka kemiskinan.
Pemerintah Kabupaten Minahasa optimistis bahwa dengan semangat gotong royong dan inovasi, program-program yang dihasilkan dari RPKD ini akan membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, kita bisa menciptakan Minahasa yang lebih sejahtera,” pungkas Wabup Vanda Sarundajang.
Melalui penyusunan RPKD 2025-2029 yang lebih matang dan strategis, Minahasa menargetkan bukan hanya sekadar menekan angka kemiskinan, tetapi memastikan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh warganya. (riz)













