EKSPOSTIMES.COM – Presiden ke-7 RI atau Jokowi optimistis akan menjadi kekuatan politik besar pada Pemilu 2029. Keyakinan itu didasarkan pada pesatnya pembentukan struktur organisasi partai yang disebutnya hampir tuntas hingga ke seluruh pelosok Indonesia.
Saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang, Sabtu (1/8), Jokowi mengungkapkan bahwa kepengurusan di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) kini telah terbentuk sepenuhnya di seluruh Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi pembangunan mesin politik yang kuat dan terorganisasi.
“Saya baru saja mendapatkan laporan mengenai struktur PSI di seluruh tanah air Indonesia. Alhamdulillah, puji Tuhan, DPW sudah 100 persen,” ujar Jokowi di hadapan para kader dan simpatisan.
Tak hanya di tingkat provinsi, Jokowi yang juga merupakan ayah Ketua Umum PSI, , menyebut pembentukan kepengurusan tingkat kabupaten/kota telah mencapai 97 persen. Sementara itu, kepengurusan di tingkat kecamatan sudah terbentuk sekitar 84 persen.
Baca Juga: Golkar: Dukungan Jokowi untuk Prabowo-Gibran Dua Periode Tegaskan Tak Ada “Dua Matahari”
Meski masih menyisakan beberapa daerah yang belum resmi menyelesaikan kepengurusan, Jokowi menilai persoalan tersebut lebih disebabkan dinamika internal. Ia bahkan meyakini secara substansi struktur di tingkat kabupaten/kota sebenarnya sudah hampir sepenuhnya selesai.
“Ini sebetulnya sudah seratus persen, tapi karena masih ada ramai-ramai masalah ketuanya dengan saingannya, ya masih sisa tinggal 3 persen. Tapi sebetulnya sudah beres,” katanya.
Jokowi juga menargetkan hingga akhir 2026 seluruh struktur organisasi PSI, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, hingga pengurus RT dan RW, dapat terbentuk secara menyeluruh. Saat ini, pembentukan kepengurusan di tingkat RT/RW baru mencapai sekitar 28 persen.
Menurutnya, keberadaan pengurus hingga level paling bawah akan menjadi kekuatan utama PSI dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Dari struktur tersebut, partai diyakini akan memiliki mesin politik yang mampu bergerak secara efektif menjelang kontestasi nasional.
“Dari sinilah kita akan memiliki yang namanya mesin besar, mesin dengan CC besar, dan dengan mesin ini kita akan menuju sebuah kemenangan yang besar di 2029,” tegasnya.
Namun, Jokowi mengingatkan bahwa besarnya organisasi tidak akan berarti apabila tidak diiringi dengan kinerja nyata. Ia meminta seluruh pengurus, kader, dan simpatisan menjadikan struktur partai sebagai organisasi yang fungsional, aktif bekerja, serta hadir di tengah masyarakat.
Ia juga mendorong seluruh kader PSI untuk terus memperkenalkan partai kepada publik sekaligus memberikan manfaat nyata melalui berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
Selama berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, Jokowi dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda, mulai dari bertemu nelayan rumput laut di Pantai Oesina, menghadiri Rakorda PSI Kota Kupang, mengikuti jalan santai pada Car Free Day, hingga menghadiri karnaval budaya. Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya memperkuat konsolidasi politik dan kedekatan dengan masyarakat menjelang dinamika politik nasional menuju Pemilu 2029. (*/rizky)













