Hukum & Kriminal

Dugaan Mafia Solar Kian Panas di Minahasa, LAKRI Tantang Polisi Bongkar Jaringan

×

Dugaan Mafia Solar Kian Panas di Minahasa, LAKRI Tantang Polisi Bongkar Jaringan

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers LAKRI di Jakarta menanggapi penetapan Ketua Sinode GMIM sebagai tersangka
Ketua DPK Minahasa Jamel Omega Lahengko

EKSPOSTIMES.COM– Isu dugaan permainan solar ilegal kembali mengguncang Kabupaten Minahasa. Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Jamel Omega Lahengko, tampil paling depan dengan suara lantang mendesak aparat kepolisian. Ia menuntut Kapolres Minahasa segera turun tangan mengusut tuntas dugaan praktik kotor yang disebut-sebut melibatkan seorang berinisial Baco.

Menurut Jamel, praktik penyelewengan solar bersubsidi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak hidup rakyat kecil. Solar yang seharusnya menjadi penopang nelayan dan petani justru diduga diperdagangkan di jalur gelap untuk keuntungan segelintir oknum.

“Ini bukan persoalan kecil. Negara dirugikan miliaran rupiah, sementara nelayan tak bisa melaut dan petani kesulitan menggarap lahan. Jika benar Baco terlibat, maka Kapolres Minahasa wajib menindak tegas. Jangan ada tebang pilih!” tegas Jamel Omega Lahengko dalam pernyataannya.

Jamel menduga permainan solar ilegal ini dilakukan secara sistematis dan melibatkan banyak pihak. Ia menyoroti indikasi bahwa distribusi solar subsidi dari SPBU kerap tidak sampai ke tangan masyarakat yang berhak.

Baca Juga: Solar Bersubsidi Raib di Malam Hari, INAKOR Tuding Ada Aparat ‘Main Api

“Kalau solar hilang dari jalur resmi, pasti ada yang mengatur. Dan nama Baco sudah sering disebut masyarakat. Ini harus segera diusut,” ujar Jamel dengan nada keras.

Menurutnya, permainan ini jelas-jelas merupakan bentuk kejahatan terorganisir. Bila dibiarkan, kata Jamel, kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum akan runtuh.

“Kami tidak ingin polisi hanya menyasar pengecer kecil. Yang harus disentuh adalah otak besar dari permainan ini. Kalau Kapolres Minahasa berani, bongkar jaringan dan tindak siapa pun yang terlibat,” desaknya.

LAKRI Minahasa juga menyoroti dampak nyata permainan solar ilegal terhadap masyarakat. Kelangkaan solar di SPBU membuat harga melonjak tak terkendali. Nelayan harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk melaut, sementara petani tak mampu membeli solar untuk traktor dan mesin pompa.

“Akibat permainan ini, rakyat kecil jadi korban. Padahal subsidi BBM adalah hak mereka. Kalau ada pihak yang menimbun atau memperjualbelikan solar di luar aturan, itu sama saja merampok hak rakyat,” kata Jamel.

Dalam pernyataannya, Jamel juga mengingatkan Kapolres Minahasa agar tidak bermain-main dalam kasus ini.

“Kami akan terus mengawal. Jika polisi terkesan lamban atau menutup mata, maka kami akan membawa isu ini ke tingkat provinsi bahkan pusat. Jangan sampai ada kesan aparat justru melindungi mafia solar,” tegasnya.

Bagi LAKRI, penertiban ini bukan sekadar perkara hukum, tetapi juga soal moral dan keberpihakan aparat kepada rakyat.

“Hukum harus tajam ke atas, bukan hanya tajam ke bawah. Jika benar inisial Baco terbukti bermain, proses hukum harus berjalan tanpa kompromi,” tutup Jamel Omega Lahengko.

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah Kapolres Minahasa. Apakah desakan keras Ketua LAKRI akan direspons dengan tindakan nyata atau dibiarkan menjadi isu yang kembali tenggelam?. (Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d