EKSPOSTIMES.COM- Insiden dugaan kekerasan terhadap jurnalis terjadi di lingkungan Polda Sulawesi Utara, Senin (27/4/2026) malam. Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Data, Informatika dan Litbang, Recky Montong, diduga memukul kamera milik wartawan hingga terjatuh saat dimintai keterangan usai menjalani pemeriksaan.
Peristiwa itu menimpa Jack Latjandu, jurnalis yang sehari-hari meliput di Mapolda Sulut. Ia mengaku mengalami insiden tersebut ketika berupaya mewawancarai Montong yang baru keluar dari ruang pemeriksaan Direktorat Reserse Kriminal Umum.
“Saya angkat kamera untuk wawancara, tapi dia memukul kamera saya sampai jatuh. Saya juga sempat terjatuh,” kata Jack.
Menurut dia, tindakan itu terjadi lebih dari satu kali. Akibatnya, perangkat kamera mengalami kerusakan pada bagian speaker.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Montong sebelumnya menjalani pemeriksaan setelah Hein Arina selesai diperiksa dalam perkara dugaan penggelapan dana sebesar Rp5,2 miliar milik Yayasan GMIM.
Saat dicegat wartawan, Montong hanya memberikan jawaban singkat. Ia menyatakan bukan bendahara, melainkan pembina yayasan.
Jack menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas. Ia menegaskan, kerja pers dilindungi undang-undang dan semestinya dihormati.
“Kalau tidak mau diwawancarai, silakan jalan saja. Tidak perlu memukul. Saya hanya menjalankan tugas,” ujarnya.
Di sisi lain, Recky Montong membantah tudingan telah melakukan pemukulan terhadap kamera wartawan. Dalam keterangannya kepada salah satu media daring di Sulawesi Utara, ia menyatakan insiden tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan.
Menurut Montong, peristiwa itu bermula ketika dirinya baru selesai memberikan klarifikasi kepada penyidik di Polda Sulawesi Utara dan hendak meninggalkan lokasi. Ia mengaku sempat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan, namun memilih tidak memberikan pernyataan.
“Saya sudah menyampaikan tidak memberikan komentar, tetapi tetap dikejar. Saat saya berbalik arah, kemungkinan bersentuhan dengan kamera. Itu tidak disengaja,” ujarnya. (tim)













