EKSPOSTIMES.COM- Kepolisian Sektor (Polsek) Kakas mengeluarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang berupaya mengganggu stabilitas keamanan menjelang pemilihan hukum tua (Pilhut) serentak di Kecamatan Kakas dan Kakas Barat.
Memasuki lima hari menjelang hari pencoblosan, aparat kepolisian semakin meningkatkan pengawasan dan patroli di sejumlah desa yang akan menggelar pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pemilihan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kapolsek Kakas, Ipda Daniel Pangau SH, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba menciptakan keresahan, menyebarkan provokasi, maupun melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami sudah berulang kali menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat dan pendukung calon hukum tua agar menjaga situasi tetap kondusif. Sesuai arahan pimpinan, kami tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan,” tegas Pangau.
Menurutnya, Pilhut merupakan momentum demokrasi yang harus dijalankan dengan penuh kedewasaan politik, bukan ajang untuk memecah belah masyarakat maupun menimbulkan konflik antarkelompok pendukung.
Pangau mengingatkan seluruh kandidat, tim sukses, dan simpatisan agar menahan diri dari tindakan provokatif, kampanye hitam, intimidasi, maupun penyebaran informasi yang dapat memicu gesekan di tengah masyarakat.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Jangan sampai karena Pilhut, hubungan kekeluargaan dan persaudaraan di desa menjadi rusak. Polisi akan hadir untuk memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak enam desa di Kecamatan Kakas dan lima desa di Kecamatan Kakas Barat akan melaksanakan pemilihan hukum tua secara serentak. Dengan jumlah desa yang cukup banyak dan tingkat persaingan yang mulai menghangat, aparat keamanan menilai potensi gangguan kamtibmas perlu diantisipasi sejak dini.
Polsek Kakas bersama unsur TNI dan pemerintah kecamatan kini terus melakukan pemetaan wilayah serta deteksi dini terhadap potensi kerawanan yang dapat mengganggu jalannya Pilhut.
Masyarakat pun diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu benar serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi pelanggaran atau upaya mengacaukan situasi keamanan.
Dengan hitungan hari menuju pencoblosan, aparat berharap seluruh tahapan Pilhut dapat berlangsung damai, sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya tanpa tekanan dan rasa takut. (jenglen)













