Peristiwa

Vonis Hein Arina Jadi Alarm Moral GMIM, Sumakul Ingatkan Bahaya ‘Tuhan-Tuhan Kecil’

×

Vonis Hein Arina Jadi Alarm Moral GMIM, Sumakul Ingatkan Bahaya ‘Tuhan-Tuhan Kecil’

Sebarkan artikel ini
KETUA Sinode GMIM, Pdt Hein Arina, saat ditahan di Polda Sulut atas dugaan korupsi dana hibah. Penahanan disaksikan ratusan jemaat yang hadir menggelar doa bersama.

EKSPOSTIMES.COM- Tegangan moral di tubuh Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) menguat setelah Pengadilan Negeri Manado menjatuhi hukuman satu tahun penjara kepada Ketua Sinode GMIM nonaktif, Pdt. Hein Arina, dalam perkara korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Putusan ini hadir hanya beberapa hari jelang Sidang Majelis Sinode Tahunan (SMST) 2025, menjadikan atmosfer internal gereja kian panas.

Vonis terhadap pimpinan tertinggi GMIM itu langsung menempatkan BPMS dalam sorotan publik: apakah akan bergerak cepat memulihkan marwah gereja atau menambah daftar penundaan yang menggerus kepercayaan jemaat.

Baca Juga: Lima Terdakwa Korupsi Dana Hibah GMIM Dituntut 1,6 Tahun Bui, Jaksa Minta Hein Arina Ganti Rugi Rp8,9 Miliar

Pdt. Ricky Tafuama menjadi salah satu suara terkeras. Ia menyebut penanganan kasus ini tak boleh setengah hati.

“Korupsi adalah extraordinary crime. BPMS harus segera memberhentikan Hein Arina secara tidak hormat. Perbuatannya mencoreng nama GMIM sebagai benteng moralitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap penundaan keputusan hanya memperdalam krisis moral.

“Tidak ada tempat bagi gereja untuk membela pelaku korupsi. Pecat Hein Arina. Itu langkah paling bijak,” semburnya.

Di tengah tuntutan itu, Penasihat BPMS GMIM sekaligus mantan Ketua Sinode, Pdt. Dr. Henny W.B. Sumakul, mengingatkan bahwa persoalan GMIM bukan hanya soal tata kelola, tetapi pergeseran orientasi pelayan dan jemaat. Ia menyebut SMST 2025 sebagai titik balik bagi gereja.

“Semua warga GMIM wajib menjaga moralitas gereja. Kita menerima kasih karunia Tuhan, maka pakailah itu untuk hidup dalam kebenaran,” katanya.

Baca Juga: Lima Terdakwa Korupsi Hibah GMIM Rp8,9 Miliar Divonis Bersalah, Penyidikan Dipastikan Murni Fakta Hukum

Sumakul menyoroti perdebatan tajam di media sosial mengenai tafsir Tata Gereja. Menurutnya, energi gereja justru harus diarahkan pada fondasi iman yang tidak berubah.

“Yang penting adalah kembali ke Alkitab. 1 Petrus 2:9-10 mengingatkan torang dipanggil untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah,” ujarnya.

Peringatan paling keras ia sampaikan terkait fenomena yang ia nilai mulai mengganggu kesehatan spiritual GMIM, yaitu kultus individu.

“Jangan mendewakan seseorang. Yang patut disembah hanya Tuhan, sesuai Keluaran 20:1-5. Saat ini sudah terlihat adanya disorientasi di kalangan pelayan dan jemaat,” tegas Sumakul.

Ia memastikan pesan itu akan dibawanya langsung dalam SMST 2025, termasuk saat membahas pengisian sejumlah jabatan lowong.

“Arahannya sudah kami sampaikan. Mereka yang membaca pasti tahu maksudnya,” ujarnya.

Dengan situasi yang makin sensitif, SMST 2025 diperkirakan menjadi panggung penentu: apakah GMIM memperbaiki arah pelayanannya, atau justru terjebak dalam kubangan krisis moral yang terus meluas. (christian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *