Peristiwa

Pdt Janny Rende Klarifikasi MoU GMIM-PC USA: Bukan Soal Ajaran, Apalagi Dukungan terhadap LGBT

×

Pdt Janny Rende Klarifikasi MoU GMIM-PC USA: Bukan Soal Ajaran, Apalagi Dukungan terhadap LGBT

Sebarkan artikel ini
Pdt Janny Ch Rende

EKSPOSTIMES.COM- Isu liar soal kerja sama Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dengan Presbyterian Church USA (PC USA) akhirnya dijawab tegas oleh Pejabat Ketua BPMS GMIM, Pdt Janny Ch Rende.

Ia memastikan bahwa Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken Ketua Sinode GMIM, Pdt Hein Arina, dengan PC USA tidak berkaitan dengan alih ajaran maupun dukungan terhadap komunitas LGBTQ+.

“Ini soal fasilitas, bukan teologi,” tegas Pdt Janny, Kamis (17/04/2025) di Manado.

Ia menyebut, kerja sama tersebut murni berkaitan dengan pemanfaatan gedung-gedung gereja milik PC USA yang tak lagi digunakan di Amerika Serikat.

Baca Juga: Pj Ketua BPMS GMIM Tegaskan Kasus Pdt Hein Arina Soal Wewenang, Bukan Penggelapan Dana

“Kerja sama kita bukan untuk alih ajaran atau tradisi. Tapi soal peminjaman dan pengelolaan gedung-gedung gereja di AS yang kosong, dan bisa dipakai untuk pelayanan,” jelasnya.

Menurut Pdt Janny, GMIM melihat peluang realistis di tengah mahalnya operasional gereja di luar negeri. Kerja sama dengan PC USA memungkinkan jemaat GMIM yang ada di Amerika untuk memiliki tempat ibadah yang layak tanpa beban biaya besar.

“Bayangkan biaya sewa tempat ibadah di Amerika. Kalau ada gedung tak terpakai dan bisa dipakai lewat jalur MoU, kenapa tidak? Tapi itu tak berarti kita ikut ajaran mereka,” lanjutnya.

Baca Juga: Mangkir Dua Kali, Kabag Keuangan Sinode GMIM Dijemput Paksa Penyidik Tipidkor Polda Sulut

Diketahui, PC USA adalah salah satu denominasi Protestan di AS yang secara terbuka mendukung komunitas LGBTQ+ dan melegalkan pernikahan sesama jenis. Menanggapi hal ini, Pdt Janny tidak menampik kenyataan tersebut, namun menegaskan bahwa GMIM tetap pada prinsip teologinya.

“Iya, PC USA mengakomodir pernikahan sesama jenis. Tapi itu urusan mereka. GMIM tidak mengikutinya. MoU kita tidak menyentuh ranah ajaran atau pengakuan terhadap LGBT,” tegasnya.

Untuk memperkuat klarifikasinya, Pdt Janny menegaskan bahwa GMIM sudah sejak lama memiliki sikap resmi terhadap isu LGBT. Dalam keputusan sidang sinode tahun 2016, GMIM secara tegas menolak praktik LGBT dan pernikahan sesama jenis.

Baca Juga: Kabag Keuangan Sinode GMIM Diperiksa 12 Jam Lebih Usai Dijemput Paksa, Bungkam Saat Keluar Ruangan

“GMIM tetap pada dasar iman dan pengakuan. Dalam konfesi resmi GMIM hasil sidang 2016, kami tegas menolak praktik LGBT, apalagi perkawinan sejenis. Itu prinsip yang tidak bisa digoyahkan,” tegasnya lagi.

MoU antara GMIM dan PC USA, menurut Pdt Janny, tidak lebih dari strategi pelayanan yang efisien, terutama bagi diaspora GMIM di Amerika. Ia berharap publik tidak terjebak dalam narasi sesat atau asumsi yang menyesatkan.

“Mari kita lihat ini dari sisi pelayanan, bukan dari spekulasi teologis yang tidak berdasar. GMIM tetap GMIM, dengan ajaran dan tradisinya yang tidak berubah,” pungkasnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d