EKSPOSTIMES.COM- Polemik di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara semakin memanas setelah Voucke Lontaan terus mengklaim dirinya sebagai Ketua PWI Sulut. Namun, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Sulut, Vanny Loupatty, menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi ini hanya ada satu, bukan dua.
“Tidak ada dualisme! Voucke Lontaan sudah dipecat. Jangan termakan informasi yang menyesatkan,” tegas Loupatty, yang akrab disapa Maemossa, Minggu (2/3/2025).
Keputusan pemecatan Voucke Lontaan sebagai Ketua PWI Sulut dan Merson Simbolon sebagai Sekretaris ditegaskan dalam SK Nomor 134-PGS/A/PP-PWI/II/2025 yang dikeluarkan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Zumansyah Sedekang.
“Voucke dan Merson sudah tidak lagi memiliki jabatan di PWI Sulut. Saya bersama Ardison Kalumata ditunjuk PWI Pusat untuk melanjutkan kepengurusan hingga 2026,” tandas Maemossa.
Meski keduanya dicopot dari jabatan, keanggotaan mereka di PWI masih berlaku. Namun, Maemossa menegaskan bahwa jika mereka terus membuat kegaduhan dan menyebarkan provokasi, PWI Sulut akan mengajukan pencabutan keanggotaan mereka.
Baca Juga: Voucke Lontaan Dicopot, PWI Pusat Tunjuk Maemossa Pimpin PWI Sulut
“Kami masih memberi kesempatan bagi mereka untuk kembali ke jalan yang benar. Jika tetap membangkang, keanggotaan mereka akan kami cabut!” tegasnya.
Sebelumnya, Voucke dan Merson menggelar rapat Zoom dengan 15 pengurus KSB pada Jumat (28/2/2025) untuk menolak kepemimpinan Plt PWI Sulut. Mereka bahkan menyebut SK PWI Pusat sebagai “abal-abal.”
Menanggapi ini, Maemossa menegaskan rapat tersebut tidak sah dan tidak memiliki dasar hukum.
“Silakan jika ada yang tidak terima. Tapi jangan sampai terjebak dalam provokasi pihak yang sudah dipecat,” katanya.
Di tengah kisruh ini, Maemossa mengajak seluruh anggota PWI Sulut untuk tetap menghormati keputusan PWI Pusat dan tidak terpengaruh narasi sesat.
“PWI Sulut hanya satu! Hormati keputusan organisasi dan mari kembali fokus pada tugas utama sebagai insan pers,” pungkasnya. (tim)













