Peristiwa

Rakerda PWI Sulut Picu Kepanikan! Hendry CH Bangun dan Voucke Lontaan Tersudut Isu SK AHU dan Hoaks

×

Rakerda PWI Sulut Picu Kepanikan! Hendry CH Bangun dan Voucke Lontaan Tersudut Isu SK AHU dan Hoaks

Sebarkan artikel ini
Vanny Loupatty memimpin Rakerda PWI Sulut didampingi pengurus baru di tengah gejolak organisasi
Rakerda PWI Sulut yang dipimpin Vanny Loupatty mengguncang eks Ketua PWI Hendry CH Bangun dan Voucke Lontaan yang dituding sebarkan hoaks dan gunakan data ilegal.

EKSPOSTIMES.COM- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara yang digelar di bawah kendali Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Vanny Loupatty alias Maemossa, mengguncang stabilitas dua tokoh lama organisasi: Hendry CH Bangun dan Voucke Lontaan. Keduanya kini menjadi sorotan karena diduga menyebar hoaks dan melakukan manuver ilegal usai diberhentikan oleh PWI Pusat.

Manuver Hendry mantan Ketua Umum PWI Pusat dan Voucke eks Ketua PWI Sulut, disebut sebagai upaya sistematis menggagalkan konsolidasi PWI Sulut di bawah kepengurusan baru. Bahkan, mereka dilaporkan melakukan berbagai langkah tak etis, menyebar informasi bohong, melaporkan Maemossa ke pihak kepolisian, hingga menghapus anggota sah dari sistem keanggotaan PWI secara sepihak.

Baca Juga: Skakmat! Voucke Lontaan Kena Serang Balik PWI Sulut, Fakta Memalukan Terkuak

Tak berhenti di situ, Hendry dan Voucke juga kedapatan mengirim surat ke Gubernur Sulut dengan memakai logo dan alamat resmi PWI Pusat yang sebenarnya sudah tidak mereka kuasai. Lokasi yang digunakan, yaitu Gedung Dewan Pers lantai IV, Jalan Kebon Sirih 34, Jakarta Pusat, telah dinyatakan resmi ditertibkan pasca-pemecatan mereka.

Salah satu narasi sesat yang disebarkan kelompok ini menyebut PWI Sulut tidak lagi memiliki SK AHU yang sah. Namun, justru sebaliknya, dokumen hukum yang mereka gunakan telah diblokir oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Baca Juga: PWI Bitung Resmi Berganti Nahkoda! Adrian Pusungunaung: Ini Organisasi Profesional, Bukan Grup WhatsApp RT

Pemblokiran itu didasarkan pada surat resmi dari Dewan Kehormatan PWI Pusat No. 52/DK/PWI-P/VII/2024 tertanggal 16 Juli 2024, dan diperkuat oleh surat balasan dari Ditjen AHU No. AHU 7-AH 012057 tertanggal 16 Agustus 2024, ditandatangani Direktur Badan Usaha, R.A.W. Santun M. Siregar.

Lebih jauh, kelompok Hendry-Voucke mencoba menggiring opini bahwa Vanny Loupatty masih aktif sebagai pengurus Partai Gerindra Sulut. Namun tudingan itu langsung diluruskan oleh Sekretaris DPD Gerindra Sulut, Harvani Boky.

Baca Juga: Misteri Kematian Jurnalis Situr Wijaya, PWI dan AJI Palu Siap Kawal Hingga Tuntas, Tunggu Hasil Otopsi

“Maemossa sudah mengajukan pengunduran diri pada Kamis, 30 Januari 2025. Sejak saat itu, ia tidak lagi aktif dalam kepengurusan partai,” tegas Harvani saat dikonfirmasi pada Sabtu (3/5/2025).

Dengan dukungan penuh dari PWI Pusat, Vanny Loupatty terus memperkuat konsolidasi organisasi di Sulawesi Utara. Kepercayaan publik pun mengalir deras, menunjukkan bahwa PWI Sulut telah memasuki era baru yang lebih transparan dan profesional.

Langkah tegas ini menjadi peringatan keras bahwa era manipulasi dan kekuasaan sepihak dalam tubuh PWI tidak lagi mendapat tempat. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d