Hukum & Kriminal

Geger di Jakarta Utara! WNA Pakistan Digerebek Tim Resnarkoba Bawa 22 Kilogram Sabu

×

Geger di Jakarta Utara! WNA Pakistan Digerebek Tim Resnarkoba Bawa 22 Kilogram Sabu

Sebarkan artikel ini
Tim Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan HU, WNA Pakistan, bersama barang bukti sabu total 22 kilogram di Jakarta Utara.

EKSPOSTIMES.COM – Senin malam yang biasanya lengang di Jalan Damar, Pademangan Timur, Jakarta Utara, mendadak berubah mencekam. Tim Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melakukan pengintaian sunyi terhadap seorang warga negara asing yang gerak-geriknya mencurigakan. Lelaki itu, berinisial HU (34), WNA asal Pakistan, tampak menggenggam kantong hijau yang tak biasa.

Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Ade Candra, mengisahkan detik-detik penangkapan yang dilakukan pada Senin (22/9/25) pukul 19.50 WIB. “Kami berhasil mengamankan 1 orang WNA Pakistan inisial HU di Jakarta Utara,” ujarnya, dikutip Sabtu (27/9/25).

Tim yang sudah berjam-jam mengamati target melihat sinyal kuat adanya transaksi narkoba kelas kakap.

“Gerak-geriknya mencurigakan sehingga kami memutuskan untuk langsung bergerak. Saat diperiksa, kantong itu berisi sabu seberat 3 kilogram,” ungkap Ade.

Namun drama tak berhenti di situ. Seperti dalam film aksi, pengembangan kasus berlanjut ke sebuah hotel di kawasan Kelapa Gading yang disewa HU. Di kamar yang seolah menjadi markas transit itu, polisi menemukan dua koper besar berisi kristal putih mematikan: sabu seberat 19 kilogram.

“Total barang bukti yang disita dari dua lokasi mencapai 22 kilogram sabu. Diduga sabu ini berasal dari Aceh dan rencananya akan diedarkan di Jakarta,” kata Ade.

Angka 22 kilogram bukanlah jumlah kecil. Satu kilogram sabu saja bisa menghancurkan ribuan nyawa; 22 kilogram berarti ancaman bagi puluhan ribu orang. Temuan ini menambah daftar panjang peredaran narkoba jaringan lintas provinsi dan lintas negara yang menyasar Ibu Kota.

Polda Metro Jaya menyebut penangkapan HU membuktikan keseriusan aparat membongkar jaringan internasional narkotika yang memanfaatkan Jakarta sebagai pasar sekaligus jalur distribusi. Modus kurir WNA membawa barang lewat jalur darat dan laut disebut semakin marak.

Meski belum merinci siapa bandar besar di balik HU, polisi memastikan pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk membongkar jaringan di atasnya. “Kami tidak berhenti di kurirnya saja,” kata Ade tegas.

Penggerebekan spektakuler ini seolah mengingatkan publik bahwa bahaya narkoba kian dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di balik kilau bisnis ilegal yang menggiurkan, aparat harus berpacu dengan waktu menyelamatkan generasi muda dari jeratan zat mematikan.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.

“Peran masyarakat penting untuk memutus mata rantai narkoba,” tutup Ade. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d