EKSPOSTIMES.COM- Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kecamatan Medan Belawan kembali memanas. Tawuran antar kelompok pemuda dari Gang 14 dan Lorong Stasiun pecah lagi pada Selasa dini hari (7/5), menambah deretan konflik jalanan yang kian meresahkan warga. Parahnya, Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, menjadi korban dalam insiden ini setelah wajahnya terkena lemparan batu saat mencoba membubarkan massa.
Aksi bentrok dua kubu ini terjadi sekitar tengah malam dan berlangsung cukup lama. Dari pantauan di lapangan, kedua kelompok saling serang menggunakan batu dan senjata tajam. Belum diketahui pasti pemicu utama tawuran, namun ini adalah kejadian kedua yang terjadi dalam waktu singkat.
Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, yang turun langsung bersama anggotanya untuk meredam bentrokan justru terkena imbas. Ia menjadi sasaran lemparan batu hingga mengalami luka serius di bagian wajah. Situasi semakin tidak terkendali, memaksa personel untuk segera mengevakuasi Kapolsek ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.
Ketua Kolaborasi Jurnalis Medan-Belawan (KJM-B), Ivan Hutabarat, mengecam keras aksi brutal yang mencederai aparat kepolisian. Ia menyebut insiden ini sebagai puncak dari ketidaktegasan penindakan hukum terhadap pelaku tawuran yang semakin hari semakin beringas.
“Ini sudah sangat keterlaluan, bang. Kapolsek pun tak luput dari serangan. Tawuran di Belawan makin menggila dan brutal. Kami sangat prihatin,” ujar Ivan.
Ivan juga menyinggung kasus sebelumnya di mana Kapolres Pelabuhan Belawan dinonaktifkan setelah melakukan tindakan tegas yang dinilai melanggar prosedur, padahal langkah itu dilakukan dalam situasi terancam. Kondisi ini membuat aparat di lapangan menjadi ragu bertindak tegas, khawatir dianggap melanggar aturan.
Baca Juga: Ketua KJM-B: Pasang Rob di Medan Belawan Kian Parah, Ribuan Rumah Terendam
Masyarakat Belawan mengaku resah. Tawuran yang nyaris terjadi setiap malam membuat mereka merasa tidak aman, terutama saat beraktivitas malam hari. Warga meminta kepolisian bertindak lebih tegas, menangkap, dan memproses hukum para pelaku tawuran.
“Kami ingin Belawan kembali aman. Anak-anak takut keluar malam. Mau pulang kerja pun was-was. Jangan tunggu korban jiwa baru ditindak,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya. (Rudi)











