EKSPOSTIMES.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan ini dengan tekanan jual yang semakin kuat menjelang libur panjang Lebaran. Pada pembukaan perdagangan Senin (24/3), IHSG langsung turun 33,68 poin atau 0,54% ke level 6.224.
Pelemahan semakin dalam dalam beberapa menit, hingga pukul 09.05 WIB, IHSG anjlok 51,38 poin atau 0,82% ke level 6.206,8.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tercatat 657 juta saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp882 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 56.865 kali.
Baca Juga: IHSG Terjun Bebas, Ekonomi Indonesia di Ujung Tanduk! Daya Beli Merosot, Utang Membengkak
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 119 saham menguat, 221 saham melemah, dan 198 saham stagnan.
Pelemahan IHSG tak lepas dari sentimen libur panjang Idul Fitri 1446 H yang akan berlangsung selama 8 hari, mulai 28 Maret hingga 7 April 2025. Sejumlah analis memprediksi aksi jual akan terus berlanjut, mengingat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap saham sebelum pasar tutup cukup lama.
BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam tren bearish dan berpotensi menguji level support 6.222. Jika level ini ditembus, IHSG berisiko semakin terperosok lebih dalam.
Saham defensif seperti UNVR dan SCMA menjadi rekomendasi utama BRI Danareksa dalam situasi seperti ini.
Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, Investor Waspada Tekanan Jual Asing
Di sisi lain, MNC Sekuritas memperingatkan kemungkinan koreksi lebih tajam jika IHSG jatuh di bawah level 6.011. Dalam skenario terburuk, indeks bisa turun hingga kisaran 5.879–5.975.
Beberapa saham yang menjadi perhatian investor menurut MNC Sekuritas adalah AMRT, AVIA, LSIP, dan MAPA.
Phintraco Sekuritas melihat potensi pergerakan IHSG yang fluktuatif di rentang 6.100–6.370 selama pekan ini. Saham-saham pilihan mereka mencakup ASII, BRPT, PGAS, AKRA, ERAA, dan ELSA.
Baca Juga: IHSG Meroket 1,11 Persen, Saham Big Cap Jadi Sorotan, Wall Street Beri Angin Segar
Selain faktor domestik, tekanan terhadap IHSG juga dipicu oleh keluarnya dana asing dari pasar saham serta penurunan harga mayoritas komoditas. CGS International Sekuritas Indonesia menyoroti bahwa sentimen negatif global dapat menekan indeks lebih jauh.
Mereka memprediksi IHSG bergerak dalam rentang 6.140–6.025 (support) dan 6.375–6.495 (resistance). Saham yang direkomendasikan antara lain GOTO, ASII, TPIA, AKRA, BREN, dan PGAS.
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas menilai investor perlu mencermati saham berbasis energi dan infrastruktur seperti BREN, BRPT, CUAN, TPIA, dan ULTJ yang dinilai masih memiliki potensi rebound pasca libur Lebaran.
Baca Juga: IHSG Ambruk 21,28 Persen, OJK Berlakukan Buyback Tanpa RUPS, Inarno: Upaya Redam Kepanikan Pasar
Di tengah tekanan jual yang meningkat, pelaku pasar berharap ada intervensi kebijakan dari pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga stabilitas pasar modal.
Kebijakan buyback tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diperbolehkan OJK diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan investor, meskipun dampaknya masih perlu waktu.
Dengan volatilitas yang tinggi dan ketidakpastian menjelang libur panjang, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan level support krusial di 6.222 dan 6.011. Pilihan saham defensif serta strategi wait and see mungkin menjadi langkah terbaik bagi pelaku pasar yang ingin menghindari risiko lebih besar. (tim)













