Ekonomi & Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$97, Harapan Dialog Amerika Serikat-Iran Redam Kekhawatiran Pasar

×

Harga Minyak Dunia Turun ke US$97, Harapan Dialog Amerika Serikat-Iran Redam Kekhawatiran Pasar

Sebarkan artikel ini
HARGA minyak dunia melemah ke kisaran US$97 per barel seiring harapan dialog Amerika Serikat dan Iran. (foto. istimewa)

EKSPOSTIMES.COM- Harga minyak dunia berbalik melemah pada awal perdagangan Selasa (14/4/2026), setelah sebelumnya melonjak tajam. Koreksi terjadi di tengah munculnya kembali harapan dialog antara Amerika Serikat dan Iran yang meredakan kekhawatiran pasar atas gangguan pasokan energi global.

Minyak mentah Brent turun US$1,86 atau 1,87 persen ke posisi US$97,50 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi US$2,25 atau 2,27 persen menjadi US$96,83 per barel pada pukul 00.03 GMT.

Pelemahan ini terjadi hanya sehari setelah kedua acuan tersebut mencatat lonjakan signifikan. Brent sempat menguat lebih dari 4 persen, sedangkan WTI naik hampir 3 persen, dipicu langkah militer AS yang memulai blokade terhadap pelabuhan Iran.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada perkembangan diplomatik. Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, menilai ekspektasi terhadap kesepakatan mulai membentuk sentimen baru di pasar.

“Harapan terhadap perundingan kembali cukup untuk menahan reli harga minyak, meski upaya damai sebelumnya belum membuahkan hasil,” ujarnya.

Sinyal serupa datang dari jalur diplomasi. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menegaskan upaya de-eskalasi terus berjalan, sementara Presiden AS Donald Trump menyebut Iran menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan.

Ketegangan sebelumnya meningkat setelah AS memperluas cakupan blokade hingga Selat Hormuz, Teluk Oman, dan Laut Arab, jalur vital distribusi energi global. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker mengubah arah sejak kebijakan itu diberlakukan.

Merespons tekanan tersebut, Iran mengancam akan menargetkan pelabuhan negara-negara di kawasan Teluk. Situasi ini mempertegas risiko terhadap rantai pasok global, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan minyak dunia.

Analis ANZ memperkirakan sekitar 10 juta barel per hari pasokan minyak telah terdampak dinamika tersebut. Jika blokade berlanjut, tambahan gangguan 3–4 juta barel per hari berpotensi terjadi.

Di sisi lain, sejumlah sekutu dalam NATO seperti Inggris dan Prancis memilih tidak terlibat dalam blokade dan mendorong pembukaan kembali jalur pelayaran.

Dari sisi fundamental, tekanan juga datang dari proyeksi permintaan. OPEC memangkas perkiraan permintaan global kuartal kedua sebesar 500.000 barel per hari.

Lembaga internasional turut mengingatkan potensi dampak lanjutan. Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan Badan Energi Internasional mengimbau negara-negara tidak mengambil langkah proteksionis seperti penimbunan energi.

Kepala IEA, Fatih Birol, menyatakan lembaganya siap bertindak jika diperlukan, meski pelepasan cadangan strategis belum menjadi opsi mendesak.

Dengan ketegangan geopolitik yang belum sepenuhnya mereda dan pasokan yang tetap ketat, pasar minyak kini bergerak di antara dua kutub, yakni risiko eskalasi dan harapan diplomasi. (cnn/christian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d