EKSPOSTIMES.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan kekuatannya, melanjutkan reli positif dan ditutup di zona hijau pada perdagangan Kamis (20/3).
Berdasarkan data RTI, IHSG menguat 1,11% atau naik 70,01 poin ke level 6.381,67, setelah sehari sebelumnya juga mencatat kenaikan 1,42%. Saham-saham big cap menjadi pusat perhatian, meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) hingga Rp965 miliar.
Adapun ringkasan Perdagangan IHSG menunjukan, Pembukaan 6.372,61, Tertinggi 6.446,88, Terendah 6.353,69, Volume transaksi 16,72 miliar saham, Nilai transaksi Rp11,31 triliun, Saham naik 299, Saham turun: 272, serta Saham stagnan 233.
Baca Juga: IHSG Ambruk 21,28 Persen, OJK Berlakukan Buyback Tanpa RUPS, Inarno: Upaya Redam Kepanikan Pasar
Sementara Saham-Saham yang Paling Banyak Dilepas Asing adalah BBCA (Bank Central Asia), BBNI (Bank Negara Indonesia), BBRI (Bank Rakyat Indonesia), BRIS (Bank Syariah Indonesia), dan ADRO (Adaro Energy Indonesia).
Sentimen positif datang dari pasar global, di mana Wall Street mencatat penguatan setelah The Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga di level 4,25%-4,5% serta tetap memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2025.
Dow Jones naik 0,92%, S&P 500 menguat 1,08%, Nasdaq Composite melonjak 1,41%.
Keputusan The Fed ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan global, termasuk Indonesia, yang sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat volatilitas pasar.
Sebelumnya, pada Selasa (18/3), IHSG sempat mengalami koreksi tajam hampir 7%, yang bahkan memicu trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Namun, analis menilai dampak negatif ini tidak akan terlalu panjang karena beberapa faktor utama, yakni Pasokan dolar masih melimpah, serta Kepemilikan asing atas obligasi pemerintah relatif rendah (15%, jauh di bawah level 40% pra-pandemi).
Menurut Aninda Mitra, analis Bank of New York, risiko arus keluar modal asing saat ini lebih rendah dibanding sebelumnya, sehingga peluang pemulihan IHSG tetap terbuka.
Dengan stabilitas rupiah dan dukungan likuiditas yang cukup, investor masih melihat potensi pemulihan IHSG dalam waktu dekat. Namun, sentimen global dan aliran modal asing tetap menjadi faktor yang harus diwaspadai.
IHSG yang sempat dibuka di level 6.372,61 pagi ini terus menguat, bahkan sempat menyentuh 6.386,95 pada pukul 09.11 WIB, naik 1,19%.
Bagi investor, kondisi pasar saat ini adalah momentum yang menarik, terutama bagi mereka yang ingin berburu saham big cap dengan potensi kenaikan lebih lanjut. (riz)











