Ekonomi & Bisnis

IHSG Ambruk 21,28 Persen, OJK Berlakukan Buyback Tanpa RUPS, Inarno: Upaya Redam Kepanikan Pasar

×

IHSG Ambruk 21,28 Persen, OJK Berlakukan Buyback Tanpa RUPS, Inarno: Upaya Redam Kepanikan Pasar

Sebarkan artikel ini
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberlakukan kebijakan buyback tanpa RUPS sebagai upaya meredam kepanikan di pasar modal setelah IHSG turun drastis.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan langkah buyback tanpa RUPS dalam upaya menstabilkan IHSG yang anjlok drastis sejak September 2024.

EKSPOSTIMES.COM- Bursa saham Indonesia tengah menghadapi badai besar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 21,28 persen sejak 19 September 2024, dengan penurunan tajam sebesar 1.682 poin hanya dalam waktu enam bulan.

Situasi semakin parah pada 18 Maret 2025, ketika IHSG turun lebih dari 5 persen dalam satu sesi, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan trading halt untuk meredam kepanikan pasar.

Merespons gejolak ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah cepat dengan mengizinkan buyback saham tanpa harus melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Keputusan ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan investor dan menahan laju penurunan harga saham di tengah ketidakpastian global dan domestik.

Baca Juga: IHSG Melonjak 1,42 Persen, Awal Pemulihan atau Sekadar Angin Segar Sementara?

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil diskusi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan pasar modal pada 3 Maret 2025.

“Perusahaan terbuka kini bisa melakukan buyback tanpa harus mendapat persetujuan RUPS. Ini akan memberikan fleksibilitas bagi emiten untuk menstabilkan harga saham dan meredam gejolak pasar,” kata Inarno.

Keputusan ini didasarkan pada POJK Nomor 13 Tahun 2023, yang mengatur langkah-langkah darurat ketika pasar mengalami volatilitas ekstrem. Selain itu, emiten juga wajib memenuhi ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 mengenai mekanisme pembelian kembali saham.

Baca Juga: IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Berlakukan Trading Halt, Sri Mulyani Yakinkan Pasar Tetap Stabil

Dalam surat resminya, OJK menetapkan bahwa kondisi pasar berfluktuasi signifikan ini akan berlaku selama enam bulan ke depan, efektif sejak 18 Maret 2025.

Di tengah kejatuhan IHSG, muncul spekulasi yang mengaitkan kondisi pasar modal dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membantah keras anggapan tersebut.

“Anjloknya IHSG bukan karena program MBG. Ini murni faktor ekonomi dan pasar modal, bukan ranah BGN,” tegasnya dalam acara di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (19/3/2025).

Baca Juga: Sri Mulyani Diterpa Isu Mundur dari Kabinet, Ini Jawabannya

Pernyataan ini menegaskan bahwa faktor eksternal dan internal lain, seperti tekanan ekonomi global, pergerakan suku bunga The Fed, serta sentimen domestik, lebih berpengaruh terhadap kejatuhan IHSG dibandingkan kebijakan sosial pemerintah.

Seiring dengan langkah buyback saham, OJK juga menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk menyusun strategi guna menstabilkan pasar keuangan. Diskusi dengan pelaku pasar, asosiasi, dan bursa telah dilakukan untuk mencari solusi terbaik menghadapi tekanan ekonomi yang semakin besar.

Meski kebijakan buyback tanpa RUPS diyakini dapat menjadi penyangga jangka pendek, pasar masih menanti langkah konkret lainnya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d