EKSPOSTIMES.COM- Rantai penyediaan pangan bergizi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wasian, Kecamatan Kakas Barat, ditopang oleh kerja senyap tim persiapan yang bekerja dari sore hingga menjelang subuh. Di tahap inilah, kualitas pangan ditentukan sejak awal, sebelum masuk ke dapur utama.
Tim persiapan bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan, serta pengolahan awal bahan baku. Seluruh proses, mulai dari pencucian hingga pemotongan, dilakukan dengan standar gizi dan higienitas yang ketat.
Setiap bahan yang masuk tidak hanya dibersihkan secara fisik, tetapi juga melalui proses seleksi dan penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi. Koordinasi dengan tenaga ahli gizi menjadi bagian penting untuk memastikan bahan baku siap diolah tanpa mengurangi kandungan gizi.
“Semua harus sesuai prosedur. Tidak boleh ada kompromi dalam hal kebersihan dan kualitas,” ujar Stinje Lombogia, saat diwawancarai EksposTimes.com, Rabu (8/4).
Penerapan standar operasional prosedur (SOP) menjadi rujukan utama dalam setiap tahapan kerja. Sistem yang terstruktur memastikan bahan baku yang telah diproses memenuhi syarat higienitas, sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi.
Peran tim ini kerap luput dari perhatian, namun menjadi fondasi dalam menjaga mutu hasil akhir. Tanpa proses awal yang tepat, kualitas pangan yang dihasilkan sulit dipertahankan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pemenuhan gizi masyarakat, kerja konsisten tim persiapan menunjukkan bahwa standar kualitas tidak hanya ditentukan pada tahap memasak, tetapi sejak penanganan bahan baku.
Soliditas tim yang terjaga hingga dini hari menjadi penopang utama sistem ini, bekerja dalam senyap, memastikan setiap bahan yang diolah aman, bersih, dan layak konsumsi. (tim)










