EKSPOSTIMES.COM- Pasar modal Indonesia kembali bergairah di perdagangan Jumat pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menanjak 0,77% atau 50,95 poin ke level 6.664,55 pada penutupan sesi I (25 April 2025), didorong lonjakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) dan sektor konsumer yang tampil trengginas. Namun, di balik euforia ini, sinyal koreksi jangka pendek mulai muncul dari balik grafik teknikal.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas pasar yang cukup hidup: 10 miliar saham ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp4,97 triliun dan frekuensi hampir 600 ribu kali. Dari 791 saham yang diperdagangkan, 413 saham melesat naik, 159 melemah, dan 219 stagnan, cerminan optimisme investor terhadap sentimen pasar pagi ini.
Sektor-sektor seperti konsumen primer, barang baku, dan properti memimpin reli dengan penguatan masing-masing 2,41%, 1,78%, dan 1,41%. Saham-saham berkapitalisasi jumbo (big caps) menjadi motor utama di balik reli ini.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang dorongan terbesar, menambahkan 12 poin ke IHSG. Diikuti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan 7,69 poin dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menyumbang 6,22 poin. Performa sektor perbankan memperlihatkan ketahanan dan daya tariknya di tengah ketidakpastian pasar.
Baca Juga: IHSG Menguat Usai UBS Naikkan Rekomendasi Saham RI, Saham Konsumen dan Industri Jadi Motor Kenaikan
Namun bukan cuma bank yang mencuri panggung. Raksasa consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melonjak 18% dan menjadi sorotan pasar, menyumbang 3,54 poin. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) juga tak mau kalah, naik 7,9% dan menyumbang 1,53 poin.
Saham lainnya yang ikut memperkuat indeks di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), masing-masing memberi kontribusi signifikan terhadap reli pasar.
Di sektor barang baku, penguatan saham-saham komoditas juga mencolok. PT Pam Mineral Tbk (NICL) naik 14,9%, sementara MDKA menguat 6,2%, didorong naiknya harga komoditas global seperti emas dan tembaga. Ini memberi sentimen positif untuk sektor tambang dan energi.
Meski IHSG melaju kencang, sejumlah analis memperingatkan potensi koreksi dalam jangka pendek. Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG masih dalam fase tren turun (bearish) dan berisiko menguji support di level 6.505.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Fluktuatif, Akhirnya Menguat Tipis, Sektor Infrastruktur dan Barang Baku Jadi Penopang
Sinyal teknikal dari indikator Stochastic RSI juga memperlihatkan potensi death cross pasca koreksi Kamis lalu, menurut Phintraco Sekuritas. Mereka menyarankan untuk waspada terhadap pullback lanjutan, terutama karena investor asing kemarin mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp514 miliar.
Pilihan Saham Hari Ini dari Berbagai Sekuritas
BRI Danareksa: MYOR, AKRA, SMRA
Phintraco: ASII, KLBF, CLEO, ISAT, INDF
Panin Sekuritas: MIKA, TPMA, DKFT, MAPI
CGS International: MDKA, ANTM, MYOR, AKRA, UNVR, ISAT
CGS International juga menyoroti tensi dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta aksi jual asing sebagai faktor tekanan. Meski begitu, sentimen positif dari bursa Wall Street, kenaikan harga komoditas, dan laporan keuangan emiten bisa menjadi peredam kekhawatiran jangka pendek.
(*/tim)













