EKSPOSTIMES.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memulai perdagangan dengan nada negatif. Setelah sempat menguat tipis pada sesi sebelumnya, indeks turun 10,1 poin atau 0,16% ke level 6.371,51 pada pukul 09.16 WIB, berdasarkan data RTI.
Pasar saham domestik tampaknya masih menghadapi tekanan, dengan 280 saham mengalami pelemahan, sementara hanya 126 saham yang mencatat kenaikan, dan 193 saham stagnan. Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp2,1 triliun dan volume saham yang berpindah tangan mencapai 1,829 miliar lembar dalam 144.060 transaksi.
Analis dari BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai bahwa IHSG berpotensi menguji level resistensi di 6.480. Namun, jika gagal menembus batas tersebut, tekanan jual bisa semakin besar dan mendorong indeks terkoreksi lebih dalam.
Baca Juga: IHSG Meroket 1,11 Persen, Saham Big Cap Jadi Sorotan, Wall Street Beri Angin Segar
“Support IHSG berada di rentang 6.260-6.300, sementara resistensi berada di 6.480-6.500,” ujar Fanny.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat menguat 1,11% atau naik 70 poin ke level 6.381,67. Namun, aksi jual asing masih membayangi dengan total net sell mencapai Rp871 miliar. Beberapa saham big cap yang banyak dilepas asing di antaranya BBRI, BBNI, BMRI, BBCA, dan ADRO.
Di tengah volatilitas pasar, investor masih bisa mengamati beberapa saham yang direkomendasikan BNI Sekuritas: PSAB – Spec Buy di 310-316, cut loss di bawah 308, potensi naik ke 320-328; INET – Spec Buy di 107-109, cut loss di bawah 107, target ke 111-115; MSIN – Spec Buy di 900-910, cut loss di bawah 880, potensi kenaikan ke 945-955; BRPT – Buy jika menembus 685, target jual di 700-710, cut loss di bawah 670; BRMS – Spec Buy di 360-368, cut loss di bawah 354, potensi naik ke 378-386, serta; BREN – Spec Buy di 5.575, cut loss di bawah 5.500, target kenaikan 5.650-5.800.
Baca Juga: IHSG Ambruk 21,28 Persen, OJK Berlakukan Buyback Tanpa RUPS, Inarno: Upaya Redam Kepanikan Pasar
Meski IHSG sempat menguat dalam dua hari terakhir, aksi jual asing masih mendominasi. Pada perdagangan Kamis (20/3/2025), investor asing mencatat net sell sebesar Rp499,36 miliar di seluruh pasar, dengan transaksi jual terbesar di pasar reguler mencapai Rp870,99 miliar.
Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBRI Rp315,80 miliar, BBNI Rp229,04 miliar, BMRI Rp80,34 miliar, BBCA Rp63,18 miliar, ADRO Rp54,73 miliar, TLKM Rp50,97 miliar, PTRO Rp44,78 miliar, TEBE Rp36,90 miliar, BRIS Rp31,19 miliar, dan AMRT Rp19,43 miliar.
IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan. Tekanan jual asing, ditambah dengan sentimen global, bisa menjadi faktor penentu arah pasar. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan saham serta level support dan resistensi sebelum mengambil keputusan investasi. (inv/tim)













