Berita UtamaKesehatan

Indonesia Mulai Uji Klinis Vaksin TBC Inhalasi Pertama di Dunia, Target Bisa Dipakai 2029

×

Indonesia Mulai Uji Klinis Vaksin TBC Inhalasi Pertama di Dunia, Target Bisa Dipakai 2029

Sebarkan artikel ini
Tim peneliti memulai uji klinis fase 1 vaksin TBC inhalasi pertama di dunia di Jakarta. (foto. ilustrasi)

EKSPOSTIMES.COM- Indonesia resmi memulai uji klinis vaksin tuberkulosis (TBC) inhalasi pertama di dunia. Langkah historis ini menandai babak baru inovasi kesehatan nasional dan menjadi terobosan global dalam upaya eliminasi TBC 2030.

Uji klinis fase 1 dipimpin Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Erlina Burhan, SpP(K), bersama tim periset nasional. Pelaksanaan dimulai Kamis (13/11/2025) di Jakarta, dengan 38 relawan sehat sebagai partisipan awal.

“Ini sangat prestisius. Biasanya inhalasi diberikan kepada pasien sakit, tetapi kali ini diberikan kepada orang sehat untuk melihat imunogenesitasnya,” ujar Prof Erlina.

Menurut Prof Erlina, proses screening sudah berjalan sejak 7 November, dengan hasil awal menunjukkan sekitar 50 persen kandidat lolos kriteria. Ia menargetkan 38 partisipan dapat terpenuhi dalam empat minggu.

Meski jumlah peserta kecil, prosedurnya sangat ketat mengikuti standar Good Clinical Practice (GCP).

“Kami memastikan tidak ada deviasi protokol, baik minor apalagi mayor,” tegasnya.

Fase pertama ditargetkan selesai Juli 2026, sebelum masuk fase 2 dan 3.

Vaksin inhalasi ini dikembangkan melalui kolaborasi CanSino (China) dan perusahaan biofarmasi Indonesia, Etana, menggunakan platform teknologi viral vector.

Kepala BPOM, Dr Dr Taruna Ikrar, menyebut uji klinis ini sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian produksi obat nasional.

“Ini milestone transfer teknologi. Saat ini 94 persen bahan baku obat masih impor, jadi strategi kemandirian perlu dipercepat,” ujarnya.

BPOM, lanjut Taruna, berkomitmen mempercepat perizinan untuk penelitian strategis.

“Jika fase 1 aman, kami percepat fase berikutnya agar bisa segera dimanfaatkan. Ini pertama di dunia dan kita ingin kelak disebut sebagai produk nasional,” tegasnya.

Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Octavianus, menegaskan uji klinis ini menjadi langkah besar menuju eliminasi TBC 2030, salah satu prioritas Presiden Prabowo.

“Harapannya, pada 2029 vaksin ini sudah dapat digunakan secara luas,” ujarnya.

BPOM juga memastikan persetujuan uji klinis diberikan setelah evaluasi ilmiah menyeluruh, termasuk keamanan dan kualitas vaksin pada uji pra-klinis.

Indonesia masuk dalam delapan negara dengan beban TBC tertinggi di dunia. Sebanyak 68 persen kasus global berasal dari delapan negara, termasuk Indonesia. Tanpa inovasi, target eliminasi TBC 2030 diprediksi sulit dicapai.

Uji klinis ini menjadi harapan baru bahwa Indonesia bukan hanya pengguna, tetapi turut menjadi pencipta inovasi global dalam penanggulangan tuberkulosis. (cnn/dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d