Politik & Pemerintahan

Jokowi Difitnah? Warga Boyolali Siap Hadapi Rismon dengan Bukti

×

Jokowi Difitnah? Warga Boyolali Siap Hadapi Rismon dengan Bukti

Sebarkan artikel ini
Warga Boyolali menunjukkan dokumen dan kesaksian untuk membuktikan asal-usul keluarga Presiden Joko Widodo.
Ahli Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar menyebut lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Presiden Joko Widodo di Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, sebagai “fiktif”

EKSPOSTIMES.COM– Klaim ahli digital forensik Rismon Sianipar yang menyebut lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Presiden Joko Widodo di Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, sebagai “fiktif” menuai bantahan keras dari warga dan perangkat desa. Tudingan tersebut dianggap sebagai bentuk disinformasi dan tidak berdasar secara historis maupun administratif.

Rismon, yang sebelumnya menjadi saksi dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi, kini kembali menjadi sorotan publik setelah menyatakan bahwa Kecamatan Wonosegoro baru terbentuk pada tahun 2000-an. Padahal, Jokowi diketahui lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada 1985 dan menjalani KKN di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali.

Baca Juga: Jokowi Buka Suara Soal Isu Ijazah Palsu: Pertimbangkan Langkah Hukum, Tegaskan Keaslian Ijazah dari UGM

“Bagaimana mungkin desa yang belum ada bisa menjadi lokasi KKN?” ujar Rismon saat memberi keterangan di Pengadilan Negeri Surakarta, dikutip Minggu (15/6/2025).

Ia menambahkan akan turun langsung ke lokasi untuk membuktikan klaimnya dan bahkan mengusulkan agar camat setempat membuka arsip mahasiswa UGM sebagai bukti tambahan.

Namun, tudingan itu segera dibantah oleh Kepala Desa Ketoyan, Tofan. Ia menegaskan bahwa Desa Ketoyan sudah ada jauh sebelum tahun 2000, bahkan telah berdiri secara administratif sejak 1954.

“Desa Ketoyan sudah ada sejak tahun 1954. Bahkan saat itu sudah memiliki struktur pemerintahan desa lengkap,” kata Tofan kepada wartawan, dikutip Minggu (15/6/2025).

Tofan menunjukkan sejumlah dokumen otentik, termasuk buku catatan desa dan Surat Keputusan (SK) Bupati Boyolali yang mengesahkan jabatan Lurah Djentoe Abdul Wahab pada 13 September 1954.

“Dalam arsip kami tercatat satu lurah, satu carik (sekretaris desa), dan tiga kebayan (kepala dusun saat itu). Ini membuktikan bahwa desa ini telah eksis jauh sebelum era Reformasi,” ujarnya.

Tofan menyesalkan pernyataan yang menyebut Desa Ketoyan atau Kecamatan Wonosegoro baru berdiri pada 2000-an. “Pernyataan seperti itu keliru dan menyesatkan publik,” tegasnya.

Selain bukti administratif, keberadaan Jokowi saat menjalani KKN juga diakui oleh warga setempat. Muh Huri (70), salah satu warga yang pernah berinteraksi langsung dengan Jokowi, mengungkapkan bahwa dirinya masih mengingat pengalaman saat mendampingi Jokowi ke Solo untuk membeli gitar.

“Beliau pernah ke Solo naik Vespa, mau beli gitar untuk dinyanyikan di malam perpisahan KKN. Tapi batal karena pengiring musiknya enggak bisa main lagunya,” tutur Huri sembari tertawa mengenang kejadian itu.

Ia bahkan menyebutkan lokasi rumah kerabat Jokowi di tepi sungai yang mirip pabrik mebel.

Kesaksian lain datang dari Zainal Muhizin (80), warga Desa Ketoyan yang mengonfirmasi bahwa para mahasiswa UGM kala itu memang tinggal di rumah lurah Djentoe Abdul Wahab.

“Saya yakin salah satunya adalah Pak Jokowi. Meski saya tidak melihat langsung, orang tua saya menceritakan soal keberadaan mahasiswa UGM waktu itu,” katanya.

Isu seputar keabsahan ijazah Jokowi dan pengalaman akademiknya telah menjadi bahan perdebatan publik dalam beberapa waktu terakhir. Rismon, dalam kapasitasnya sebagai ahli digital forensik, mengaku memiliki kebebasan sebagai peneliti untuk menelaah dokumen publik.

“Saya sebagai peneliti, penulis buku, tentu bebas meneliti ijazah atau skripsi siapapun, termasuk Pak Jokowi. Ini bagian dari kebebasan akademik,” katanya saat diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Senin (26/5/2025).

Baca Juga: 108 Ijazah Disita di Rumah Bos CV Sentoso Seal, Polisi Tetapkan Jan Hwa Diana Tersangka

Namun, berbagai pihak mempertanyakan objektivitas Rismon dan motif di balik penyelidikan personal yang dilakukannya. Terlebih, klaim-klaim yang ia lontarkan terbukti bertentangan dengan dokumen resmi dan kesaksian warga.

Hingga kini, Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun pihak pemerintah belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan terbaru Rismon. Namun, masyarakat Boyolali melalui tokoh desa dan warga dengan tegas menyatakan bahwa keberadaan Jokowi saat KKN di Desa Ketoyan adalah fakta sejarah yang tak bisa disangkal. (Kom/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d