Politik & Pemerintahan

Transformasi Pendidikan di Majalengka: IFP dan Revitalisasi Sekolah Wujudkan Kelas Digital dan Nyaman

×

Transformasi Pendidikan di Majalengka: IFP dan Revitalisasi Sekolah Wujudkan Kelas Digital dan Nyaman

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, meninjau penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) dan progres revitalisasi sekolah di Majalengka

EKSPOSTIMES.COM- Suasana ruang kelas di SMP Negeri 2 Majalengka kini terasa berbeda. Dinding putih bersih berpadu dengan cahaya layar besar di depan kelas, bukan sekadar papan tulis, melainkan Interactive Flat Panel (IFP) yang menampilkan grafik, video, dan kuis digital secara real time. Siswa terlihat antusias, mata mereka tak lepas dari tampilan interaktif yang menggugah rasa ingin tahu.

Inilah wujud nyata perubahan yang tengah digerakkan pemerintah melalui program Digitalisasi Pembelajaran. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pemanfaatan IFP menjadi jembatan menuju pembelajaran yang lebih inklusif, atraktif, dan bermakna bagi generasi muda Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa distribusi perangkat IFP ke sekolah-sekolah adalah bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi.

“Digitalisasi bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Kita ingin setiap anak di Indonesia punya kesempatan belajar dengan cara yang relevan dengan zaman mereka,” ujarnya saat meninjau penyaluran perangkat IFP di SMP Negeri 2 Majalengka serta meresmikan tahap revitalisasi SMP IT Al Ittihad Sumberjaya, Selasa (14/10/2025).

Di SMP IT Al Ittihad, Wamen Atip turut melakukan peletakan batu pertama revitalisasi sekolah. Kepala Sekolah Aziz Wildan melaporkan bahwa pembangunan telah mencapai sekitar 40 persen sejak dimulai pada 21 September lalu. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar tanpa kendala berarti. Revitalisasi ini meliputi penataan lantai dua untuk perpustakaan dan ruang UKS. Targetnya rampung 15 Desember nanti,” ujarnya optimistis.

Sementara itu, Ade, salah satu guru di SMP Negeri 2 Majalengka, menyebutkan bahwa penggunaan IFP telah membawa dampak signifikan pada kualitas pembelajaran.

“Anak-anak jadi lebih fokus, aktif, dan tidak cepat bosan. Kami gunakan media ini untuk semua mata pelajaran, termasuk matematika, dengan bantuan platform Wayground Quizizz untuk evaluasi,” katanya.

Wamen Atip tak hanya memantau ruang kelas, tetapi juga turun langsung meninjau area revitalisasi dan berdialog dengan para pekerja konstruksi. Ia memastikan tidak ada hambatan dalam pengerjaan maupun pembayaran upah. Para pekerja pun mengaku senang karena pekerjaan berjalan lancar dan tepat waktu.

Langkah ini menunjukkan sinergi nyata antara peningkatan sarana fisik dan modernisasi sistem belajar-mengajar. Dengan IFP yang memperkaya interaksi guru-siswa serta revitalisasi yang menciptakan ruang belajar nyaman, Majalengka kini menjadi contoh bagaimana pendidikan dasar menapaki era digital tanpa kehilangan nilai kemanusiaannya. (Lian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *