Hukum & Kriminal

Satgas Gakkum Bongkar Upaya Pengiriman Pekerja Migran Ilegal Lewat Nunukan, Dua Kapal Raksasa Diperiksa Ketat

×

Satgas Gakkum Bongkar Upaya Pengiriman Pekerja Migran Ilegal Lewat Nunukan, Dua Kapal Raksasa Diperiksa Ketat

Sebarkan artikel ini
Petugas Satgas Gakkum memeriksa penumpang kapal di Pelabuhan Tunontakan, Nunukan, dalam upaya cegah pengiriman pekerja migran ilegal.
Brigjen Pol Nurul Azizah, Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri

EKSPOSTIMES.COM- Upaya penyelundupan pekerja migran ilegal kembali digagalkan aparat penegak hukum. Satuan Tugas Koordinasi Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Desk Pelindungan PMI berhasil mengendus dan menghentikan dugaan pengiriman calon pekerja migran nonprosedural di Pelabuhan Tunontakan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, jalur utama menuju perbatasan Malaysia.

Operasi besar-besaran ini melibatkan dua kapal besar, yaitu KM Thalia dan KM Bukit Siguntang, yang masing-masing mengangkut ratusan hingga ribuan penumpang. Kedua kapal tersebut menjadi sasaran pemeriksaan intensif oleh 200 personel gabungan, termasuk unsur Bareskrim Polri, Polda Kaltara, BP3MI, Imigrasi, dan POM TNI.

Baca Juga: Wamenaker Dukung Imbauan Larangan Pekerja Migran ke Myanmar, Kamboja, dan Thailand

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah, Direktur Tindak Pidana PPA dan PPO Bareskrim Polri, pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk memastikan tidak ada calon pekerja migran yang berangkat secara ilegal, yang rawan jatuh ke dalam praktik perdagangan manusia dan eksploitasi tenaga kerja.

“Kami periksa kelengkapan dokumen seluruh penumpang. Tujuannya jelas: melindungi warga negara dari potensi kejahatan lintas batas,” tegas Nurul, Rabu (7/5/2025).

KM Thalia dilaporkan membawa sekitar 400 hingga 600 penumpang, sementara KM Bukit Siguntang mengangkut lebih dari 1.200 orang. Pemeriksaan administratif difokuskan pada deteksi dini calon PMI tanpa prosedur resmi.

Pelabuhan Tunontakan di Kabupaten Nunukan memang dikenal sebagai jalur strategis lintas batas ke Malaysia, menjadikannya hotspot potensial pengiriman PMI ilegal. Oleh karena itu, Satgas memastikan pengawasan akan diperluas ke pelabuhan-pelabuhan lain di Kalimantan Utara, bahkan ke wilayah perbatasan di provinsi lain.

“Operasi ini tak berhenti di Nunukan. Kami akan tindak tegas semua titik rawan perdagangan orang di wilayah perbatasan Indonesia,” tegas Nurul Azizah.

Baca Juga: Menteri P2MI Segel PT Multi Intan Amanah, Langgar Hak Pekerja Migran, Terancam Dicabut Izin Selamanya

Satgas Gakkum Desk Pelindungan PMI merupakan unit khusus yang dibentuk awal 2025 sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita. Satgas ini dikomandoi langsung oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada, dan menjadi garda terdepan dalam perang melawan perdagangan orang dan pelanggaran HAM terhadap calon pekerja migran.

Langkah preventif ini disambut positif oleh masyarakat dan lembaga pelindung tenaga kerja, mengingat kasus PMI nonprosedural masih marak dan seringkali berujung pada tragedi kemanusiaan. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d