EKSPOSTIMES.COM- Sebuah pabrik narkoba skala besar di Uluwatu, Bali, berhasil diungkap Polri pada 18 November 2024. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa operasi ini berhasil menyita barang bukti senilai Rp1,52 triliun.
Namun, empat pelaku yang diduga terlibat masih dalam pengejaran dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Empat tersangka yang berperan sebagai peracik dan pengemas sudah kami amankan. Saat ini, kami masih memburu empat lainnya yang terlibat langsung dalam jaringan ini,” ujar Kapolri dalam pernyataannya pada Senin (9/12/2024).
Barang bukti yang disita dari pabrik tersebut termasuk 1.163.210 butir pil happy five, 132,9 kilogram hashish, 7.365 cartridge vape narkotika, bahan baku narkoba, dan 17 mesin produksi.
“Jika narkoba ini sempat beredar, dampaknya diperkirakan merusak 1,49 juta jiwa. Dengan pengungkapan ini, kami telah menyelamatkan sekitar 10 juta orang dari potensi penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.
Menurut Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada, operasi ini diawali oleh penangkapan 25 kilogram hashish di Yogyakarta pada September 2024. Penyelidikan mengungkap bahwa hashish tersebut diproduksi di laboratorium rahasia di Bali.
Keberadaan laboratorium itu terungkap dari data pengiriman mesin cetak Happy Five, sistem vape pods, dan bahan kimia prekursor dari luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Empat pelaku yang telah ditangkap adalah MR, RR, N, dan DA. Sementara itu, empat lainnya, yakni DOM sebagai pengendali jaringan, MAN sebagai penyewa vila, RMD sebagai peracik, dan IC sebagai perekrut karyawan, masih dalam pengejaran.
Kapolri menjelaskan bahwa jaringan ini menggunakan metode ekstraksi THC dari ganja untuk memproduksi hashish. Setiap 1.000 gram ganja menghasilkan 200 gram hashish, yang dipasarkan dengan harga USD 220 (sekitar Rp3,5 juta) per gram.
Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk membongkar jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya.
“Pengungkapan ini membuktikan bahwa Polri tidak akan berhenti melindungi generasi muda dari ancaman narkoba. Kami terus memburu para pelaku yang masih buron dan memastikan jaringan ini benar-benar hancur,” tegasnya.
Operasi ini menjadi langkah signifikan Polri dalam memerangi peredaran narkotika, demi menjaga stabilitas sosial dan masa depan bangsa yang bebas dari ancaman narkoba. (rizky)













