EKSPOSTIMES.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Papua terus melakukan operasi kemanusiaan di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pascaaksi brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Dalam upaya ini, Polda Papua mengerahkan tiga unit pesawat, dua di antaranya milik Polri, termasuk sebuah helikopter, untuk menyisir wilayah pedalaman dan mengevakuasi korban, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia.
Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige Renwarin menyatakan, pihaknya kini fokus melakukan penyisiran ke berbagai lokasi di Yahukimo yang dilaporkan menjadi tempat terjadinya pembunuhan terhadap masyarakat sipil.
Menurutnya, sejumlah korban dilaporkan masih berada di beberapa titik dan belum berhasil dievakuasi karena medan yang sulit serta ancaman keamanan yang tinggi.
“Saat ini Polri mengerahkan dua pesawatnya, salah satunya adalah helikopter. Kami berupaya menyisir lokasi-lokasi yang dilaporkan ada korban untuk segera dilakukan evakuasi,” ujar Irjen Pol. Patrige Renwarin saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Minggu (13/4/2025).
Hingga hari Minggu, tercatat 10 jenazah telah berhasil dievakuasi dari berbagai tempat kejadian perkara (TKP) di Kabupaten Yahukimo.
Proses identifikasi para korban kini tengah dilakukan di RSUD Dekai guna memastikan identitas mereka sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Pihak kepolisian belum dapat memastikan kapan operasi ini akan berakhir, mengingat kondisi di lapangan yang sangat dinamis dan penuh risiko.
Irjen Patrige menambahkan, selain di Yahukimo, satu korban lainnya yang diduga menjadi sasaran KKB ditemukan di lokasi penambangan emas Kawe, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Jenazah korban dari Kawe telah dievakuasi dan kini berada di Tanah Merah, Ibu Kota Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
“Jenazah yang dari Kawe sudah kami bawa ke Tanah Merah. Saat ini identifikasi masih berlangsung untuk memastikan siapa korban tersebut,” ungkap Patrige.
Operasi kemanusiaan ini menjadi langkah strategis Polri dalam merespons situasi genting di daerah konflik yang selama ini menjadi lokasi aktifitas KKB.
Baca Juga: 9 Jenazah Pendulang Emas Ditemukan di Yahukimo, Korban Kekejaman KKB Papua Terus Bertambah
Aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata ini telah menimbulkan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil, termasuk para pendulang emas yang mencari nafkah di kawasan pedalaman Papua.
Langkah penyisiran yang dilakukan dengan dukungan udara sangat diperlukan mengingat sulitnya medan di kawasan Yahukimo yang mayoritas berupa pegunungan dan hutan lebat.
Evakuasi melalui jalur darat dianggap sangat berisiko dan memakan waktu lama, sehingga pengiriman bantuan dan penyelamatan korban dilakukan melalui udara.
Meski belum ada konfirmasi mengenai jumlah pasti korban secara keseluruhan, Polri menyatakan akan terus melakukan operasi penyelamatan dan pemulihan keamanan di wilayah tersebut.
Aparat keamanan juga terus bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk tokoh masyarakat dan aparat pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan warga.
Tragedi yang menimpa warga sipil ini menambah panjang daftar kekerasan bersenjata di Papua yang terus menjadi perhatian nasional.
Aksi brutal yang menyasar penduduk sipil menunjukkan betapa kompleksnya konflik yang terjadi di kawasan tersebut, dan menegaskan pentingnya kehadiran negara untuk melindungi seluruh warganya.
Pihak kepolisian, melalui operasi kemanusiaan ini, tak hanya berupaya menyelamatkan korban, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk menjaga stabilitas dan ketertiban di wilayah yang terus dilanda gangguan keamanan.
Situasi di Yahukimo saat ini masih tergolong rawan, dan masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta mengikuti arahan dari aparat keamanan.
Keberadaan Polri di lapangan, dengan segala keterbatasan dan tantangan geografis, menjadi bentuk nyata dari upaya negara untuk hadir dan merespons krisis kemanusiaan di wilayah konflik.
Operasi ini juga menjadi pengingat bahwa perdamaian dan keamanan di Papua harus terus menjadi prioritas bersama, agar tragedi serupa tidak terus terulang di masa mendatang.
(tim)











