EKSPOSTIMES.COM- Kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), di Pantai Tanawangko, Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kamis (3/4), menjadi kejutan bagi para nelayan setempat. Tanpa pengawalan berlebihan, Gubernur YSK menyambangi mereka yang masih berusaha menjual hasil tangkapan ikan cakalang pagi itu.
Kunjungan mendadak ini menjadi angin segar bagi nelayan, yang awalnya hanya melihat sosoknya dari baliho. Dengan penuh perhatian, Gubernur langsung melihat tumpukan ikan segar dan tanpa ragu memborong hasil tangkapan mereka senilai dua juta rupiah.
Momen ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa. Bagi para nelayan, aksi spontanitas Gubernur adalah wujud nyata kepedulian pemimpin terhadap kesejahteraan mereka. Seorang nelayan senior yang telah 20 tahun melaut tak dapat menyembunyikan haru.
“Baru kali ini ada Gubernur yang datang langsung melihat kondisi kami. Rasanya seperti mimpi,” ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Sulut YSK: Tambang untuk Rakyat, RTRW Harus Tuntas, dan Ratatotok Sudah Kondusif
Tak hanya membeli ikan, Gubernur YSK juga berdialog dengan nelayan, membahas ketidakstabilan harga pasar serta tantangan yang mereka hadapi. Bahkan, ia memeriksa sendiri kesegaran ikan dengan menyentuh insangnya dan memastikan kualitas hasil tangkapan mereka.
“Ikan ini segar sekali. Ini bukti nelayan kita bekerja keras,” kata Gubernur sambil tersenyum.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur YSK menegaskan komitmennya untuk terus mendukung para nelayan dan memastikan keberlangsungan ekonomi pesisir.
“Kita tidak boleh melupakan nelayan, mereka adalah pahlawan pangan kita. Pemerintah akan terus hadir untuk mendukung,” tegasnya.
Aksi sederhana namun bermakna ini memberikan harapan baru bagi nelayan Tanawangko. Meski nominal dua juta rupiah mungkin tidak besar bagi sebagian orang, bagi mereka, ini adalah bukti bahwa kerja keras mereka tidak luput dari perhatian pemimpin daerah.
Saat Gubernur YSK meninggalkan lokasi, para nelayan masih berdiri di bibir pantai, menyaksikan kepergiannya dengan senyum penuh harapan. Hari itu, mereka tak hanya menjual ikan, tetapi juga membawa pulang semangat baru bahwa perjuangan mereka dihargai dan didukung. (riz)












