EKSPOSTIMES.COM- Ketua Umum Laskar Narapidana Mandiri Indonesia (Napiri) Alfa Christian Kaliey mengapresiasi langkah Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus yang secara langsung memperjuangkan kepastian hukum dan kesejahteraan penambang rakyat dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Kamis (29/1/2026).
Alfa menilai kehadiran Gubernur Sulut di forum strategis DPR RI menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap masyarakat kecil, khususnya penambang rakyat yang selama ini berada dalam situasi abu-abu hukum.
“Langkah ini patut diapresiasi. Gubernur tidak hanya menyuarakan aspirasi daerah, tetapi membawa langsung persoalan rakyat ke pusat pengambilan kebijakan nasional,” kata Alfa dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa kedatangannya ke DPR RI membawa satu misi utama, yakni mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Sulawesi Utara sebagai jalan keluar bagi persoalan legalitas penambang tradisional.
“Saya tegaskan bahwa mereka tidak boleh lagi hidup dalam ketidakpastian hukum. Mereka berhak beroperasi secara sah, aman, tenang, dan bermartabat. Ini bukan sekadar pernyataan, melainkan komitmen saya kepada masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Gubernur Yulius.
Menurut Gubernur, legalisasi pertambangan rakyat tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar regulasi yang lahir tidak hanya berpihak pada penambang rakyat, tetapi tetap menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam paparannya, Gubernur mengajukan tujuh poin krusial terkait pengelolaan WPR di Sulut, meliputi kejelasan identitas penambang berbasis KTP, pengaturan kuota BBM bersubsidi, pajak alat berat, pengawasan bahan kimia berbahaya, penataan tata niaga hasil tambang, kerja sama riset dengan perguruan tinggi melalui BUMD, serta percepatan proses izin pinjam pakai kawasan hutan.
Alfa Christian Kaliey menilai pemaparan tersebut menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan tidak semata-mata berorientasi ekonomi.
“Ini bukan hanya soal tambang, tetapi soal keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan keberpihakan negara kepada rakyat kecil. Kami berharap perjuangan ini tidak berhenti di forum, tetapi diwujudkan dalam kebijakan konkret,” ujar Alfa.
Kepada para penambang, Alfa mengajak untuk bersama mengawal perjuangan Gubernur.
“Ada satu hal juga buat penambang yang harus tau dan harus diingat, yaitu bapak Gubernur lagi dalam tahap pemulihan kesehatan, namun beliau pergi berjuang untuk penambang Sulawesi Utara. Mari kita kawal dan doakan bapak Gubernur,” tandas Alfa.
Gubernur Yulius juga menyampaikan bahwa berbagai usulan yang disampaikan mendapat respons positif dari pihak terkait dan diharapkan menjadi bahan strategis dalam penyusunan regulasi nasional.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung serta Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno yang hadir dan memberikan dukungan dalam rapat tersebut. (jenglen)













