EKSPOSTIMES.COM- Ketua Umum Laskar Narapidana Mandiri, Alfa Christian Kaliey, memberikan apresiasi atas capaian satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK). Menurut Alfa, sejumlah program strategis yang selama ini tersendat berhasil dituntaskan dalam kurun waktu relatif singkat.
“Dalam satu tahun, publik bisa melihat kerja nyata. Bukan sekadar wacana. Ada capaian konkret yang menyentuh tata kelola, ekonomi, hingga pelayanan dasar,” ujar Alfa, Sabtu (21/2/2026).
Salah satu capaian yang disoroti adalah penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulawesi Utara yang sebelumnya mandek selama tujuh tahun. Dokumen tersebut dinilai krusial karena menjadi dasar kepastian investasi, pembangunan infrastruktur, dan arah pengembangan wilayah.
Selain itu, pemerataan layanan listrik 24 jam di tujuh pulau di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Talaud, dan Minahasa Utara juga disebut sebagai langkah signifikan dalam memperkecil kesenjangan antarwilayah.
“Masyarakat di pulau terluar kini merasakan kehadiran negara secara nyata,” katanya.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan Sulawesi Utara tercatat 5,66 persen. Sementara Upah Minimum Provinsi (UMP) naik 6,01 persen menjadi Rp4.002.630. Kenaikan itu dinilai sebagai bentuk keberpihakan terhadap kesejahteraan pekerja di tengah tantangan ekonomi nasional.
Pada bidang pendidikan, pembukaan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian di Universitas Negeri Manado (UNIMA) menjadi tonggak penguatan sumber daya manusia daerah. Alfa menyebut langkah itu sebagai investasi jangka panjang untuk kemandirian daerah di sektor kesehatan dan pangan.
Di sektor investasi, kerja sama dengan INA Grup Jepang membuka peluang masuknya modal asing dan penciptaan lapangan kerja baru. Menurut Alfa, stabilitas regulasi dan kepastian tata ruang menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
Dari sisi olahraga dan kebudayaan, penyelenggaraan Kejuaraan Nasional Panahan Piala Gubernur 2026 tanpa biaya pendaftaran menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet muda. Sementara peringatan Peristiwa Merah Putih yang untuk pertama kalinya digelar di Lapangan KONI dinilai memperkuat identitas sejarah dan nasionalisme daerah.
Dalam tata kelola pemerintahan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga meraih Akreditasi A dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk bidang Diklat Pemeriksaan. Capaian ini menunjukkan penguatan sistem pengawasan dan peningkatan kapasitas aparatur.
Tak kalah penting, respons cepat pemerintah provinsi dalam penanganan bencana di Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, mendapat sorotan positif. Distribusi bantuan dan koordinasi lintas instansi dinilai berjalan efektif.
Alfa menegaskan, capaian tersebut perlu terus dikawal agar konsisten dan berkelanjutan.
“Kami tentu tetap kritis, tetapi apa yang baik harus diapresiasi. Satu tahun ini menunjukkan fondasi sudah dibangun. Tantangannya adalah memastikan semua program berdampak luas dan berkesinambungan,” ujarnya.
Ia berharap pada tahun kedua kepemimpinan, akselerasi pembangunan semakin merata, khususnya di wilayah kepulauan dan sektor-sektor produktif yang menyerap tenaga kerja. (tim)













