Peristiwa

Ini Program Kerja Laskar NAPIRI Pasca Deklarasi: Dorong Kemandirian Mantan Narapidana dan Penguatan Reintegrasi Sosial

×

Ini Program Kerja Laskar NAPIRI Pasca Deklarasi: Dorong Kemandirian Mantan Narapidana dan Penguatan Reintegrasi Sosial

Sebarkan artikel ini
LASKAR Narapidana Mandiri Indonesia resmi meluncurkan tujuh program kerja nasional untuk memperkuat kemandirian dan reintegrasi sosial mantan narapidana.

EKSPOSTIMES.COM- Laskar Narapidana Mandiri Indonesia (NAPIRI) resmi meluncurkan tujuh program kerja nasional setelah dideklarasikan bertepatan dengan peringatan Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 di Taman Kesatuan Bangsa, Manado, Rabu (19/11/2025).

Organisasi kemasyarakatan ini diproyeksikan menjadi ruang pemulihan sosial bagi mantan narapidana, sekaligus platform pemberdayaan agar mereka dapat kembali berperan produktif dalam masyarakat.

DEKLARASI dan pelantikan Laskar NAPIRI Indonesia di Taman Kesatuan Bangsa Manado.

Ketua Umum NAPIRI periode 2025-2027, Alfa Christian Kaliey, menjelaskan bahwa program kerja tersebut dirancang untuk menjawab dua tantangan utama, yaitu memulihkan martabat mantan narapidana dan menutup celah risiko residivisme.

“NAPIRI harus menjadi alat kerja nyata, bukan hanya simbol. Kami ingin memastikan setiap mantan narapidana memiliki kesempatan yang sama untuk hidup bermartabat,” ujarnya ketika ditemui di Manado, Kamis (20/11).

Tujuh program nasional itu mencakup penguatan ekonomi anggota, pembentukan manusia mandiri, peningkatan kapasitas hukum dan ketertiban, serta dukungan terhadap Asta Cita Presiden. Menurut Alfa, seluruh program disusun berbasis kebutuhan lapangan yang selama ini sering terabaikan dalam proses reintegrasi sosial mantan warga binaan pemasyarakatan.

Baca Juga: Laskar NAPIRI Indonesia Resmi Dilantik, Alfa Kaliey Pimpin Gerbong Baru Pemberdayaan Mantan Narapidana

Diketahui, deklarasi NAPIRI digelar dengan tema “Satu Langkah, Satu Semangat, Satu Pengabdian untuk Bangsa”, yang menegaskan arah gerakan sebagai wadah kembali bagi masyarakat yang pernah berada dalam jerat hukum.

Ketua Panitia, Yulius Paath, menyebut deklarasi ini sebagai ruang baru untuk menantang stigma.

“Mereka sudah menebus kesalahannya. Mereka orang-orang mulia yang ingin memperbaiki diri,” ujarnya, yang sontak menjadi pesan inti sepanjang acara.

Dukungan juga datang dari pemerintah. Ramdhani, perwakilan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, menilai NAPIRI sebagai instrumen strategis untuk mempercepat rehabilitasi sosial. Ia menyebut organisasi ini berpotensi menjadi jembatan integrasi bagi mantan narapidana agar tidak kembali terjerumus dalam lingkungan yang berisiko.

KETUA Umum Laskar NAPIRI, Alfa Christian Kaliey, bersama jajaran pengurus memimpin deklarasi dan peluncuran tujuh program kerja nasional pada peringatan Hari Bakti Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-1 di Taman Kesatuan Bangsa, Manado.

Senada, Kepala Kantor Wilayah Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Tonny Nainggolan, menegaskan bahwa NAPIRI dapat menjadi wadah pembinaan lanjutan di luar lembaga pemasyarakatan.

“Ini ruang aman untuk mengisi ulang martabat dan kemandirian. Namun kolaborasi lintas lembaga wajib berjalan agar gerakan ini tidak berhenti pada slogan,” katanya.

Pembentukan NAPIRI menjadi salah satu upaya baru dalam menata ekosistem reintegrasi sosial yang lebih sistematis. Dengan program ekonomi, pendampingan mental, hingga edukasi hukum, organisasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan eks narapidana berbasis komunitas di Indonesia. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d