EKSPOSTIMES.COM – Semangat kemerdekaan bergema dari Kompleks Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Jalan 17 Agustus No. 69, Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Senin (17/8/2026) pagi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan penuh khidmat. Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Para aparatur sipil negara (ASN) dan tamu undangan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan penuh penghormatan. Pengibaran Sang Merah Putih menjadi simbol bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan harus terus dijaga dan diisi dengan kerja nyata.
Usai upacara, Gubernur Yulius menyampaikan pesan kepada masyarakat Sulawesi Utara. Ia mengingatkan bahwa generasi saat ini tidak merasakan secara langsung getirnya perjuangan merebut kemerdekaan, ketika darah, air mata, bahkan nyawa menjadi taruhan.
“Kita tidak semuanya mengalami masa perjuangan dengan penuh darah dan air mata, bahkan nyawa pun menjadi taruhan. Namun, wajib bagi kita sebagai penerus untuk meneruskan makna dari kemerdekaan itu. Mari kita sama-sama memajukan negara Indonesia,” ujar Yulius.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan tidak boleh berhenti dalam seremoni setiap 17 Agustus. Kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi kerja bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk mengambil bagian dalam perjuangan membangun daerah.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian Gubernur adalah pariwisata. Menurutnya, Sulawesi Utara memiliki potensi besar yang terus didorong untuk menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi daerah.
“Untuk kemajuan, pariwisata menjadi yang paling menonjol. Saat ini, wisatawan dari Korea, Cina, dan Singapura hampir setiap hari datang ke sini,” ungkapnya.
Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara tersebut, kata Yulius, menjadi sinyal positif bagi perekonomian Sulawesi Utara. Potensi itu dinilai harus terus dijaga dan dikembangkan agar memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.
Bagi pemerintah daerah, geliat pariwisata bukan sekadar angka kunjungan. Di balik wisatawan yang datang, terdapat peluang bagi pelaku UMKM, sektor jasa, transportasi, perhotelan, kuliner, hingga ekonomi kreatif.
“Ini harus kita pertahankan,” tegasnya.
Suasana peringatan HUT ke-81 RI semakin hangat setelah upacara selesai. Gubernur Yulius menyempatkan diri berfoto bersama sejumlah awak media di halaman Kantor Gubernur Sulut.
Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulut turut hadir dalam sesi tersebut. Momen itu menjadi simbol kedekatan sekaligus sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers.
Bagi pemerintah provinsi, pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mengawal pembangunan daerah.
Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti ketika bendera diturunkan. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat dan media, Sulawesi Utara diharapkan mampu terus bergerak maju, mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi, dan menjadikan kemerdekaan benar-benar terasa dalam kehidupan rakyat. (tim)












