Hukum & Kriminal

Misteri Kematian Kepala KCP Bank Pemerintah: Oknum Prajurit TNI Berinisial FH Terseret Kasus

×

Misteri Kematian Kepala KCP Bank Pemerintah: Oknum Prajurit TNI Berinisial FH Terseret Kasus

Sebarkan artikel ini
Kasus pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN Ilham Pradipta makin panas setelah muncul dugaan keterlibatan oknum TNI dan permohonan justice collaborator tersangka.

EKSPOSTIMES.COM – Satu demi satu simpul kelam terbuka dari kasus penculikan dan pembunuhan tragis Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Pemerintah di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta. Kini, aroma keterlibatan aparat negara semakin nyata setelah Danpomdam Jaya, Kolonel (Cpm) Donny Agus Priyanto, mengungkap adanya oknum prajurit TNI dengan inisial Kopda FH yang diduga terlibat.

“Terduga pelaku dengan inisial Kopda FH,” tegas Donny, Jumat (12/9).

Menurutnya, FH sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, identitas lengkap sang prajurit belum dibuka ke publik. Saat kejadian traumatis itu berlangsung, FH disebut sedang dalam status tidak hadir tanpa izin dinas.

Peran FH dinilai krusial. Donny menjelaskan, sang prajurit menjadi perantara dalam mencari orang untuk menjemput paksa korban. Hal ini memperkuat dugaan adanya operasi terencana yang melibatkan banyak pihak, bukan sekadar tindak kriminal spontan.

Baca Juga: Terungkap! Polisi Ringkus Otak Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN di Jakarta

Hingga kini, penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah meringkus 15 tersangka. Kasus ini pun dipetakan dalam empat klaster keterlibatan:

  1. Aktor intelektual – melibatkan DH (Dwi Hartono), YJ, AA, dan C alias Ken.
  2. Klaster membuntuti – dipimpin Rochmat Sukur (RS) yang menyiapkan tim pantau dan tim IT. Identitas dua eksekutor lapangan, Eka dan Wiranto, juga sudah terungkap.
  3. Klaster penculik – terdiri atas AT, RS, Reviando Aquinas Handi (RAH), dan Erasmus Wawo (RW).
  4. Klaster eksekusi kematian – kelompok yang diyakini bertanggung jawab langsung atas pembunuhan dan pembuangan jenazah korban. Namun identitas para pelaku inti ini masih gelap.

Meski belasan tersangka sudah digelandang, motif pembunuhan Ilham Pradipta masih misterius. Publik menanti jawaban: apakah ini murni kejahatan bermotif ekonomi, konflik internal, atau ada skenario lain yang lebih besar?

Kisah kelam ini bermula pada 20 Agustus 2025, ketika Ilham diculik di parkiran Lotte Mart Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rekaman CCTV menunjukkan aksi sadis tersebut dilakukan terorganisir. Sehari kemudian, Kamis pagi (21/8), tubuh Ilham ditemukan di persawahan Desa Naga Sari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Pemandangan mengenaskan menanti warga yang pertama kali menemukan, mata korban tertutup lakban, tangan dan kaki terikat. Hasil autopsi memperlihatkan bekas kekerasan brutal di bagian dada dan leher. Dugaan kuat, korban tewas akibat kombinasi hantaman benda tumpul dan tekanan pada tulang leher yang membuatnya kehabisan oksigen.

Kasus ini bukan hanya membuka tabir kejahatan sadis, tapi juga menimbulkan tanda tanya besar, bagaimana mungkin jaringan pelaku begitu luas, melibatkan sipil hingga oknum berseragam? Di tengah kabut misteri, satu hal jelas kematian Mohamad Ilham Pradipta telah meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sekaligus menguji komitmen aparat menyingkap kebenaran seterang-terangnya. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d