Nasional

Kapolri Tegaskan Tak Ada Tempat bagi Premanisme di Indonesia

×

Kapolri Tegaskan Tak Ada Tempat bagi Premanisme di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan pers terkait pemberantasan premanisme di Indonesia
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo

EKSPOSTIMES.COM– Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memberantas aksi premanisme yang meresahkan masyarakat dan mengganggu iklim investasi di Tanah Air. Pernyataan ini disampaikan Jenderal Sigit sebagai respons atas perintah Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta agar seluruh aparat menindak tegas segala bentuk premanisme.

“Yang jelas, Polri menindak tegas setiap tindakan premanisme. Beberapa kasus yang menonjol dan sempat viral, semuanya kami tangkap pelakunya,” ujar Kapolri di Jakarta, Jumat (9/5).

Baca Juga: Polri Serius Berantas Kejahatan Digital, Puslitbang Gandeng BRIN Teliti Peran Polisi di Era Media Online di Polres Minahasa

Kapolri menekankan, langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam menciptakan situasi kondusif untuk mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia. Ia meyakinkan bahwa keamanan menjadi tanggung jawab Polri sepenuhnya.

“Terkait dengan investasi, tidak usah ragu. Masuk saja. Urusan keamanan, kami yang tangani,” tegasnya.

Untuk memperkuat peran serta masyarakat, Kapolri juga mengajak publik agar tidak segan melaporkan aktivitas premanisme di sekitarnya. Polri, katanya, telah membuka semua layanan pengaduan dan akan menindaklanjuti laporan secara cepat dan tegas.

“Kami akan perintahkan anggota-anggota kita untuk menindak tegas,” tambahnya.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Polri sejak 1 Mei 2025 telah melaksanakan operasi kewilayahan secara serentak untuk memberantas premanisme. Operasi ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor STR/1081/IV/OPS.1.3./2025 yang memerintahkan seluruh jajaran polda dan polres untuk menggelar penegakan hukum terpadu yang didukung langkah intelijen, preemtif, dan preventif.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, Polri berhasil mengungkap 3.326 kasus premanisme di berbagai daerah.

Beberapa kasus yang menonjol termasuk pengamanan sembilan pelaku di kawasan industri oleh Polres Subang, penangkapan 85 preman oleh Polresta Tangerang, serta pemanggilan Ketua GRIB Kalteng oleh Polda Kalimantan Tengah terkait aksi penutupan perusahaan PT Bumi Asri Pasaman (BAP).

Baca Juga: Rosan Roeslani dan Kapolri Berkomitmen Berantas Premanisme Ormas Pengganggu Investasi di Indonesia

“Ini bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Irjen Sandi.

Ia menegaskan, Polri tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk intimidasi, pemerasan, dan kekerasan yang dilakukan individu maupun kelompok dengan kedok organisasi masyarakat. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d