Berita UtamaHukum & Kriminal

Tawuran dan Penikaman Membara di Manado, Polda Sulut Turunkan Tim Pantera Presisi, DPRD: Pemkot Jangan Jadi Penonton

×

Tawuran dan Penikaman Membara di Manado, Polda Sulut Turunkan Tim Pantera Presisi, DPRD: Pemkot Jangan Jadi Penonton

Sebarkan artikel ini
Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie

EKSPOSTIMES.COM- Kota Manado kini ‘tidak aman’ lagi. Berbagai aksi kriminal, seperti tawuran hingga kasus penikaman kerap terjadi, membuat masyarakat was-was ketika beraktivitas di luar rumah.

Tak ingin stabilitas keamanan di Kota Tinutuan terus terganggu, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie langsung bergerak. Ia menerjunkan Tim Pantera Presisi, pasukan pemburu kriminal, untuk menyapu bersih geng jalanan yang meresahkan warga.

Tim ini akan beroperasi non-stop 24 jam, memburu para pelaku tawuran, penikam, dan biang kerok kejahatan di titik-titik rawan Manado hingga wilayah lain di Sulut. Misinya, membersihkan kota, kunci penjahat, dan mengembalikan rasa aman.

Namun, langkah tegas polisi diiringi peluru kritik tajam dari DPRD Kota Manado. Daniel Dolfie Angkouw, politisi Partai Golkar ini menuding Pemkot Manado di bawah pimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang terlalu pasif dan hanya mengandalkan polisi untuk memadamkan kekacauan.

“Pemkot harus turun gelanggang, jangan jadi penonton. Rangkul tokoh agama, masyarakat, pemuda, TNI, Polri, camat, lurah, sampai ketua lingkungan. Cari solusi sebelum darah tumpah lebih banyak,” desaknya, Selasa (12/8/2025).

Dolfie menegaskan, akar masalah sudah di depan mata, yakni pengangguran yang tinggi dan miras yang beredar bebas. Jika dibiarkan, situasi rawan berubah jadi konflik horizontal yang memicu perang antarwarga.

“Jangan tunggu Manado jadi kota konflik. Tindakan nyata harus dimulai sekarang,” ujarnya.

Politisi vokal ini juga menuntut Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) yang dulu aktif segera dihidupkan kembali.

Senada, tokoh pemuda Sulut, Frangky Pungus, mengingatkan bahwa keamanan bukan monopoli polisi.

“Semua unsur, pemerintah, tokoh agama, masyarakat, dan TNI, harus bersatu. Kalau tidak, kita hanya menunggu bom waktu,” tegasnya.

Kini, harapan warga hanya satu. Dengan Tim Pantera Presisi dan kolaborasi semua pihak, Manado bisa kembali menjadi kota damai dengan semboyan ‘Torang Samua Basudara’, bukan arena tawuran dan penikaman yang mengintai setiap sudut kota. (len)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d