EKSPOSTIMES.COM- Kepolisian Daerah Sulawesi Utara meluruskan beredarnya video viral yang dikaitkan dengan pengunduran diri Aipda VAK dari institusi Polri. Polisi memastikan narasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta.
Kepala Bidang Humas Polda Sulut Komisaris Besar Polisi Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, hasil klarifikasi internal menunjukkan video tersebut merupakan dokumentasi pribadi yang dibuat menjelang masa purna tugas.
“Video itu dibuat sebagai kenang-kenangan menjelang pensiun per 1 April 2026. Isinya hanya ucapan terima kasih kepada institusi Polri,” kata Alamsyah, Jumat (3/4/2026).
Menurut dia, potongan video yang beredar telah mengalami perubahan dengan penambahan narasi provokatif oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. VAK, kata dia, tidak pernah memberikan persetujuan atas penyuntingan maupun penyebaran ulang dengan konteks berbeda.
Dalam versi aslinya, VAK justru menyampaikan kebanggaan terhadap Polri dan menegaskan komitmennya melalui semboyan “Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara”.
“Yang bersangkutan adalah korban penyalahgunaan konten pribadi. Tidak ada upaya dari VAK untuk menyebarkan hoaks atau mendiskreditkan institusi,” ujar Alamsyah.
Polda juga menegaskan, mutasi VAK ke Polres Kepulauan Talaud merupakan hal yang lazim dalam organisasi. Kebijakan tersebut, kata Alamsyah, bagian dari mekanisme pembinaan karier melalui rotasi penugasan.
Ia menambahkan, pengunduran diri VAK telah diajukan sejak 2025 atas kemauan sendiri dan tidak berkaitan dengan proses disiplin maupun perkara tertentu.
Polda Sulut mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh konten yang telah dimanipulasi serta lebih cermat dalam memverifikasi informasi yang beredar di media sosial. (tim)













