Berita UtamaHukum & Kriminal

Polda Sulut “Kejar” Penipu Rekrutmen Polri yang Gunakan Nama Kapolda untuk Peras Warga

×

Polda Sulut “Kejar” Penipu Rekrutmen Polri yang Gunakan Nama Kapolda untuk Peras Warga

Sebarkan artikel ini
Gedung Polda Sulut dengan spanduk peringatan waspada penipuan rekrutmen Polri
Kabid Humas Polda Sulut AKBP Alamsyah P. Hasibuan

EKSPOSTIMES.COM- Aroma busuk penipuan dalam rekrutmen anggota Polri kembali mencuat di Sulawesi Utara. Seorang pria berinisial FM alias Fredy, yang diketahui adalah mantan calon wakil bupati Minsel, dilaporkan ke Polda Sulut setelah diduga mencatut nama Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie untuk memuluskan aksi pemerasan berkedok bimbingan belajar (bimbel).

Modusnya klasik, tapi korbannya tragis. Seorang petani asal Modoinding, Minahasa Selatan, mengaku merugi hingga Rp405 juta setelah dijanjikan adiknya akan lolos seleksi Bintara Polri melalui jalur orang dalam. Namun bukannya seragam cokelat, yang didapat justru mimpi buruk dan ancaman balik.

Baca Juga: Geger! Mantan Cawabup Minsel Diduga Peras Petani Rp405 Juta, Bawa-Bawa Nama Kapolda demi Bisnis Bimbel Polri

Merespons laporan ini, Polda Sulut langsung angkat bicara. Melalui Kabid Humas AKBP Alamsyah P. Hasibuan, pihak kepolisian menegaskan bahwa akan mengusut tuntas praktik penipuan dan pencatutan nama pejabat Polri.

“Ini tindakan tidak bisa ditoleransi. Jangan percaya janji kelulusan oleh oknum. Ikuti proses rekrutmen resmi, belajar dan berlatih,” tegas Alamsyah, Sabtu (14/6/2025).

Ia menggambarkan modus seperti ini layaknya menembak dari atas kuda. Jika lolos, oknum ngaku jasa dia, kalau gagal, uang bisa hilang begitu saja.

Karo SDM Polda Sulut Kombes Pol Slamet Waloya juga mengecam keras praktik percaloan berkedok bimbel. Ia memastikan bahwa rekrutmen Polri dijalankan secara BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

“Tidak ada satu pun pihak yang bisa jamin kelulusan. Termasuk bimbel. Proses seleksi dilaksanakan terbuka, dan hasil langsung diumumkan saat itu juga,” tegasnya.

Polda juga membantah keras adanya kerja sama dengan lembaga bimbel mana pun.

“Jangan percaya kalau ada yang mengaku dekat dengan pejabat atau panitia. Itu modus licik untuk peras harapan rakyat,” ujarnya.

Kasus ini mencuat setelah Deni Batas (46) melaporkan Fredy ke Polda Sulut. Awalnya, adiknya GB ditawari ikut bimbel agar bisa ikut tes Bintara Polri. Setelah pertemuan di Tompaso, Fredy diduga meminta setoran awal Rp250 juta, lalu bertambah-tambah hingga tembus Rp405 juta.

Namun, GB dinyatakan gagal di tahap pemeriksaan kesehatan. Saat uang diminta kembali, Fredy justru menyarankan tes ulang tahun depan dengan tambahan Rp85 juta, berbekal janji “lulus pasti” karena ia mengaku dekat dengan Kapolda.

Keluarga curiga dan menolak permintaan itu. Ketika uang diminta kembali, Fredy malah mengaku tak pernah ada perjanjian dan bahkan mengancam akan melapor balik.

Baca Juga: Polda Sulut Pastikan Rekrutmen Anggota Polri 2025 Bersih dan Transparan, Tak Ada Celah Titipan

Polda Sulut memastikan akan menyeret siapa pun yang terbukti mencatut nama pejabat dan memanfaatkan celah rekrutmen untuk menipu rakyat. Mereka mengimbau masyarakat segera melapor bila menemukan indikasi serupa.

Polda Sulut juga mengingatkan bahwa mereka memiliki sistem pengawasan ketat, baik internal maupun eksternal. Edukasi publik terus digencarkan hingga ke tingkat Polres dan Polsek agar masyarakat tak mudah terjebak rayuan “jalan pintas”. (len)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d