Politik & Pemerintahan

PEMA Luruskan Isu Surat Kaleng, Fokus Dongkrak Ekonomi Aceh di Era Kepemimpinan Baru

×

PEMA Luruskan Isu Surat Kaleng, Fokus Dongkrak Ekonomi Aceh di Era Kepemimpinan Baru

Sebarkan artikel ini
PEMA luruskan isu surat kaleng, tegaskan fokus membangun ekonomi Aceh di bawah kepemimpinan baru.
Pemerintah Aceh (PEMA) meluruskan isu surat kaleng dan menegaskan komitmen mereka untuk fokus membangkitkan perekonomian Aceh di era kepemimpinan baru.

EKSPOSTIMES.COM- PT Pembangunan Aceh (PEMA) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kemajuan ekonomi Aceh, sembari meluruskan isu liar terkait beredarnya surat kaleng yang mempertanyakan kinerja dan penggunaan anggaran perusahaan.

Dalam pernyataan resmi yang diterima media, manajemen PEMA menegaskan bahwa surat kaleng tersebut tidak memiliki dasar valid dan bukan merupakan hasil audit resmi dari lembaga seperti BPKP, BPK, maupun auditor independen yang ditunjuk pemegang saham.

“Surat itu tidak dapat dijadikan pegangan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Manajemen PEMA, Senin (28/4).

Baca Juga: Korupsi Dana PNPM Mandiri Perdesaan Rp1,6 Miliar, Mantan Ketua Unit di Aceh Besar Resmi Ditahan

Lebih lanjut, perusahaan pelat merah itu menjelaskan bahwa seluruh aktivitas operasional, termasuk penggunaan anggaran, telah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disetujui pemegang saham. Segala bentuk pengeluaran, ditegaskan, telah melewati serangkaian proses verifikasi internal yang ketat.

PEMA meminta publik untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak berdasar. Perusahaan menjamin bahwa setiap langkah operasional yang diambil sepenuhnya untuk mendukung efektivitas kinerja, mempercepat capaian target perusahaan, dan tentunya, mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.

Terkait pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pema Global Energi (PGE), anak usaha PEMA, yang digelar di Medan, manajemen memberikan klarifikasi bahwa kegiatan tersebut sudah direncanakan jauh sebelum Direktur Utama Mawardi Nur menjabat.

Baca Juga: Gagalkan Penyelundupan 192 Kg Sabu di Aceh, Polri Bongkar Jaringan Narkoba Internasional Indonesia-Malaysia

“PGE adalah anak usaha yang dikelola bersama mitra multinasional, dan aktivitasnya merupakan domain mereka. Namun, kami mengapresiasi masukan yang masuk,” jelas perwakilan PEMA.

Sejalan dengan semangat membangun daerah, manajemen menegaskan bahwa ke depan, seluruh kegiatan penting anak usaha PEMA akan diprioritaskan untuk dilaksanakan di Aceh. Ini menjadi bagian dari strategi menopang perputaran ekonomi lokal dan memperkuat dukungan terhadap pembangunan Aceh.

“Di bawah kepemimpinan baru, PEMA bertekad agar setiap aktivitas membawa manfaat nyata, langsung maupun tidak langsung, bagi masyarakat Aceh,” tambah manajemen.

Kini, Direktur Utama PEMA, Mawardi Nur, tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lini bisnis. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi PEMA sebagai motor penggerak ekonomi Aceh.

Manajemen pun mengajak semua pihak, termasuk media dan masyarakat Aceh, untuk bersama-sama mendukung langkah-langkah pembenahan yang sedang berlangsung.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Bersama, kita wujudkan Aceh yang lebih maju,” tutup pernyataan itu. (Maulana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *