EKSPOSTIMES.COM- Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan di Aceh dengan menyerahkan hasil rekomendasi Rapat Kerja 2025 kepada Pemerintah Aceh. Dokumen penting ini diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Alhudri, di ruang kerjanya.
Ketua YARA, Safaruddin, menegaskan bahwa rekomendasi tersebut lahir dari pembahasan mendalam dengan seluruh perwakilan YARA di Aceh dan mencakup lima sektor utama, yakni Pendidikan, Infrastruktur, Politik, Keistimewaan Aceh, serta Minyak dan Gas (Migas).
1. Pendidikan: YARA menuntut akses pendidikan lebih luas bagi lulusan SMA sederajat, penyediaan fasilitas pendidikan yang memadai, serta percepatan pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Politeknik Pertahanan di Aceh.
2. Infrastruktur: Organisasi ini mendorong kelanjutan proyek strategis seperti pembangunan jalan tol hingga Aceh Tamiang, perbaikan jalan nasional dan daerah, pembangunan Terowongan Geurute di Aceh Jaya, serta percepatan pembangunan Rumah Sakit Regional.
3. Politik: YARA mendesak revisi UU No. 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan meminta DPRA memperjuangkan hak Aceh dalam konsultasi serta pertimbangan perjanjian internasional yang menyangkut daerah.
4. Keistimewaan Aceh: YARA mengingatkan pentingnya penegakan Qanun Aceh yang mewajibkan perusahaan membayar zakat serta memastikan implementasi Sistem Penjaminan Produk Halal.
5. Migas: Organisasi ini menekan Pemerintah Aceh agar segera membangun Pabrik Refinery Minyak Mentah di Aceh guna mengoptimalkan pengelolaan sumber daya energi secara mandiri.
Safaruddin menegaskan bahwa YARA akan terus mengawal rekomendasi ini agar tidak sekadar menjadi dokumen tanpa tindak lanjut.
“Kami tidak akan diam. Pemerintah Aceh harus serius mewujudkan rekomendasi ini demi percepatan pembangunan daerah,” tegasnya.
Penyerahan dokumen ini turut disaksikan oleh Kepala Perwakilan YARA Banda Aceh, Yuni Eko Hariatna. (riz)












