EKSPOSTIMES.COM– Di tengah berbagai sorotan terhadap lembaga pemasyarakatan, satu kabar membanggakan datang dari ujung barat Indonesia. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, mendapat apresiasi tinggi dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) atas komitmen luar biasa dalam memberikan pelayanan publik yang humanis, komunikatif, dan terbuka.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua YARA, Safaruddin, kepada Kepala Lapas Sinabang, Nazaryadi, dalam sebuah seremoni simbolis di Kantor YARA Banda Aceh. Ini bukan sekadar piagam biasa—melainkan pengakuan publik terhadap semangat melayani yang melampaui tembok-tembok penjara.
“Kami melalui Perwakilan YARA Simeulue telah beberapa kali melakukan pemantauan terhadap pelayanan publik di Lapas Sinabang, dan kami melihat langsung betapa layanan yang diberikan sangat humanis dan komunikatif,” ujar Safaruddin
YARA yang selama ini dikenal sebagai organisasi advokasi kritis terhadap kebijakan publik, justru menyatakan dukungan penuh terhadap sistem pelayanan yang diterapkan di Lapas Sinabang. Bagi mereka, ini adalah contoh ideal dari bagaimana sebuah institusi negara dapat menjalankan tugasnya dengan pendekatan manusiawi bukan represif.
Baca Juga: Direktur Forbina Tegaskan PT MGK Legal dan Sudah Penuhi Prosedur Tambang di Aceh Barat
“Apresiasi ini adalah bentuk penghargaan dari publik kepada badan publik yang telah memberikan pelayanan secara baik. Kami berharap semangat pelayanan ini tidak berhenti di Sinabang saja, tapi menjadi inspirasi bagi Lapas-Lapas lain di seluruh Indonesia,” tambah Safar.
Tak hanya itu, YARA bahkan mendorong pengembangan fasilitas Lapas Sinabang menjadi berstandar super maksimum security, setara dengan Lapas di Pulau Nusakambangan, Cilacap.
Simeulue dinilai memiliki letak geografis yang strategis dan SDM yang mumpuni untuk menjadi pusat pemasyarakatan berstandar tinggi di wilayah kepulauan.
Di hadapan awak media, Kepala Lapas Sinabang, Nazaryadi, menyambut penghargaan ini dengan rendah hati. Ia menegaskan bahwa Lapas Sinabang akan terus membuka diri terhadap kritik dan saran dari masyarakat, karena pelayanan publik yang baik tidak boleh berhenti berbenah.
“Penghargaan ini adalah semangat baru bagi kami untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun masyarakat yang berkepentingan. Kami selalu bekerja berdasarkan SOP demi memastikan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Nazaryadi.
Penghargaan dari YARA ini menjadi catatan penting bahwa di balik sistem pemasyarakatan yang kerap dicurigai gelap dan tertutup, masih ada ruang-ruang terang yang menumbuhkan harapan. Bahwa keadilan bisa hadir dalam bentuk pelayanan yang adil, terbuka, dan penuh empati, persis seperti yang dijalankan Lapas Sinabang. (Maulana)











