Berita UtamaHukum & Kriminal

Olly Dondokambey Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah GMIM Rp8,96 Miliar, Ada Apa di Balik Tanda Tangan Sang Mantan Gubernur?

×

Olly Dondokambey Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Dana Hibah GMIM Rp8,96 Miliar, Ada Apa di Balik Tanda Tangan Sang Mantan Gubernur?

Sebarkan artikel ini
OLLY Dondokambey saat tiba di Polda Sulut untuk diperiksa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah GMIM.

EKSPOSTIMES.COM- Aroma skandal kembali menyeruak di lingkar kekuasaan Sulawesi Utara. Olly Dondokambey, mantan Gubernur Sulut dua periode yang juga Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan, diperiksa penyidik Tipidkor Polda Sulut, Senin, 21 April 2025, terkait dugaan korupsi dana hibah GMIM senilai Rp21,5 miliar, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp8,96 miliar.

Olly tiba di Markas Polda Sulut sekitar pukul 10.33 WITA. Mengenakan kemeja putih berlengan pendek dengan aksen garis merah di kerah dan punggung, ia melangkah masuk ke ruang penyidik Subdit III Ditreskrimsus tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Pemeriksaan ini bukan tanpa alasan. Namanya mencuat karena dikabarkan menandatangani perjanjian dana hibah Pemprov Sulut kepada organisasi keagamaan GMIM selama masa jabatannya. Dugaan penyalahgunaan anggaran ini terjadi sepanjang periode 2020–2023.

Skandal ini sendiri sudah menyeret lima pejabat penting ke dalam jeruji besi, yakni Ketua BPMS GMIM Pdt Hein Arina, Karo Kesra Sulut Fereydy Kaligis, mantan Kepala Badan Keuangan Jeffry Korengkeng, Sekretaris Provinsi Steve Kepel, serta mantan Asisten III dan Plt Sekprov Asiano Gammy Kawatu.

Menurut sumber internal, pemeriksaan terhadap Olly Dondokambey masih berstatus saksi, namun kehadirannya dinilai menjadi kunci penting dalam mengurai benang kusut korupsi dana hibah ini.

Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Alamsyah, menyatakan komitmen institusinya dalam menuntaskan kasus ini tanpa pandang bulu.

“Proses hukum dilakukan secara profesional dan sesuai undang-undang,” tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut dana bantuan keagamaan, uang rakyat yang seharusnya menopang pelayanan jemaat, bukan memperkaya segelintir elit.

Kini publik bertanya-tanya. Apakah pemeriksaan ini akan menjadi awal dari babak baru penyelidikan, atau justru membuka jalan bagi penetapan tersangka baru?. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d