EKSPOSTIMES.COM- Advokat sekaligus mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (14/4/2025), terkait kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI yang menyeret nama buronan Harun Masiku.
Febri hadir sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai penasihat hukum Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.
Di hadapan awak media usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Febri menegaskan posisinya sebagai profesional hukum.
“Saya hadir sebagai advokat, khususnya sebagai penasihat hukum Pak Hasto Kristiyanto,” ungkapnya.
Pemeriksaan terhadap Febri berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, sempat tertunda karena revisi pemberkasan. Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami kronologi peran Febri sebagai pengacara, termasuk mengecek surat kuasa hukum yang dibawanya.
Baca Juga: Pemanggilan Febri Diansyah, Manuver KPK atau Gangguan Persidangan Hasto?
Febri menegaskan, tugas seorang advokat bukan untuk membenarkan kesalahan, tetapi memastikan klien memperoleh hak hukum yang layak.
“Advokat tidak bertugas membela secara membabi buta, tetapi membela secara profesional, sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya lugas.
Menanggapi isu potensial konflik kepentingan karena latar belakangnya sebagai eks pegawai dan juru bicara KPK, Febri menegaskan telah melakukan self-assessment mendalam sebelum mengambil mandat hukum tersebut.
“Saya pastikan tidak ada benturan kepentingan. Setelah penilaian pribadi, saya mengambil tanggung jawab ini secara profesional,” katanya.
Dalam kasus yang sama, KPK turut memeriksa pengusaha kontroversial Djoko Soegiarto Tjandra. Ia diduga pernah bertemu Harun Masiku di Kuala Lumpur dan memberikan sejumlah uang. Namun Djoko membantah keras tudingan tersebut.
“Saya tidak kenal Harun. Jadi saya tidak bisa jawab apa-apa,” ucapnya singkat kepada wartawan.
Djoko bahkan menyebut kehadirannya di KPK hanya untuk bersilaturahmi, bukan untuk membahas buronan kelas kakap yang hingga kini masih misterius keberadaannya.
Dengan deretan saksi dari kalangan advokat hingga pengusaha, penyidikan kasus suap PAW DPR yang menyeret Harun Masiku terus bergulir panas. Hasto Kristiyanto, tokoh sentral dalam pusaran perkara ini, belum memberikan tanggapan resmi ke media.
Kasus Harun Masiku menjadi salah satu misteri hukum yang terus menantang integritas penegakan hukum di Indonesia. Publik kini menunggu, sejauh mana KPK berani membuka tabir gelap skandal PAW DPR ini. (tim)












