EKSPOSTIMES.COM- Suasana Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Selasa (18/03/2025) sore, terasa lebih semarak dari biasanya. Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, tiba di Bumi Nyiur Melambai dalam rangka kunjungan kerja strategis terkait pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, secara langsung menyambut kedatangan Menhan RI dengan penuh kehangatan. Upacara resmi penyambutan digelar di area VIP bandara, lengkap dengan pengalungan bunga sebagai simbol penghormatan dari pemerintah daerah kepada tamu negara.
Baca Juga: Struktur Dewan Pertahanan Nasional Masih Disusun, Akan Miliki Tiga Deputi
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa kunjungan Menhan ini menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Utara, yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Bapak Menteri Pertahanan. Ini adalah langkah strategis dalam memastikan bahwa Sulut tetap menjadi wilayah yang aman dan terkendali, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik di kawasan perbatasan,” ujar Gubernur Selvanus.
Selama berada di Sulawesi Utara, Menhan RI dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi strategis, termasuk pangkalan militer dan pos perbatasan. Selain itu, beliau akan menggelar pertemuan dengan jajaran TNI serta Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) guna membahas kebijakan pertahanan di wilayah ini.
Baca Juga: Rapim Kemhan dan TNI 2025: Perkuat Strategi Pertahanan di Tengah Dinamika Global
Tak hanya itu, agenda Menhan juga mencakup diskusi bersama tokoh masyarakat dan akademisi. Topik yang diangkat berkisar pada peran Sulawesi Utara dalam konteks geopolitik nasional serta pembangunan sektor pertahanan yang adaptif terhadap perkembangan global.
Kedatangan Menteri Pertahanan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat sistem keamanan daerah. Dengan dinamika Asia-Pasifik yang terus berkembang, koordinasi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas Indonesia di kawasan perbatasan. (*/riz)













