EKSPOSTIMES.COM- Kejahatan sadis mengguncang Kelurahan Kendis, Kecamatan Tondano Timur, Rabu dini hari (21/5/2025). Seorang buruh ditikam secara brutal oleh empat remaja saat hendak pulang kerja. Hanya dalam waktu kurang dari 24 jam, Tim Resmob Polres Minahasa dipimpin Aiptu Chris Frans berhasil membekuk para pelaku.
Keempat remaja yang kini mendekam di sel tahanan itu masing-masing berinisial GT (19), GR (19), AW (16), dan FR (17). Tiga di antaranya berasal dari Kelurahan Luaan, Tondano Timur, sementara satu lainnya berdomisili di Desa Kembuan, Tondano Utara. Ironisnya, salah satu pelaku masih berstatus sebagai pelajar aktif.
Baca Juga: Resmob Polres Minahasa Ciduk Petani Bejat Pelaku Pencabulan di Desa Watumea
Korban berinisial FK, seorang buruh warga Kendis, menjadi sasaran penganiayaan sadis sekitar pukul 04.00 WITA. Ia tengah dalam perjalanan pulang ketika tiba-tiba dikejar oleh empat pelaku yang mengendarai sepeda motor. Tanpa ampun, korban ditikam dari arah belakang, mengakibatkan luka serius di punggung.
Meski terluka, korban masih mampu mengenali salah satu pelaku dan segera melapor ke Polres Minahasa. Tim Resmob bergerak cepat menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persembunyian para pelaku.
Hasilnya, keempat remaja tersebut berhasil ditangkap dalam waktu singkat di lokasi berbeda dan langsung dibawa ke Mako Polres Minahasa untuk diperiksa secara intensif.
Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Edy Susanto, S.Sos. menegaskan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini tanpa kompromi.
“Benar, para pelaku sudah kami amankan. Mereka sedang menjalani pemeriksaan mendalam. Tidak ada toleransi untuk tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat,” kata Kasat.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat.
“Kami mengimbau seluruh warga Minahasa untuk segera melapor jika melihat atau mengalami kejadian mencurigakan. Partisipasi publik sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas,” tegasnya.
Fakta bahwa para pelaku masih berusia belasan tahun, dan salah satunya masih bersekolah, membuat kasus ini menjadi sorotan. Polisi kini tengah mendalami motif penikaman, serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi penganiayaan ini.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa kekerasan bisa terjadi kapan saja, bahkan melibatkan pelaku usia muda. Polres Minahasa menegaskan komitmennya untuk menghadirkan rasa aman di tengah masyarakat, sekaligus meminta warga untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan. (riz)












