Berita UtamaNasional

Sekolah Rakyat Siap Dimulai Juli 2025, Anggaran Rp 2,3 Triliun Digelontorkan untuk Pendidikan Gratis Kaum Marjinal

×

Sekolah Rakyat Siap Dimulai Juli 2025, Anggaran Rp 2,3 Triliun Digelontorkan untuk Pendidikan Gratis Kaum Marjinal

Sebarkan artikel ini
Gus Ipul dan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam agenda peluncuran Sekolah Rakyat di Samarinda
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

EKSPOSTIMES.COM- Transformasi besar di dunia pendidikan Indonesia akan dimulai pada Juli 2025, ketika pemerintah secara resmi meluncurkan program Sekolah Rakyat. Dengan total anggaran fantastis senilai Rp 2,3 triliun, program ini ditujukan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan bermutu bagi masyarakat prasejahtera di 100 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, dalam rapat bersama Komisi VIII DPR RI pada Selasa (20/5/2025), mengungkapkan bahwa program ini dirancang untuk menampung 8.850 siswa dari 340 rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa. Target utama adalah anak-anak dari keluarga miskin yang selama ini terpinggirkan dari sistem pendidikan konvensional.

Baca Juga; Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat Dimulai, Siap-Siap Jadi Bagian dari Revolusi Pendidikan Prabowo

“Anggaran kebutuhan operasional Sekolah Rakyat untuk 100 lokasi mencapai Rp 2,3 triliun,” ujar Gus Ipul.

Pemerintah menetapkan biaya pendidikan per siswa sebesar Rp 48,25 juta per tahun. Dana tersebut sudah mencakup semua kebutuhan dasar siswa, mulai dari seragam, sepatu, tas, hingga laptop. Gus Ipul menegaskan bahwa angka tersebut merupakan investasi awal dalam membangun sistem pendidikan inklusif dari nol.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk sarana dan prasarana Rp 487,14 miliar, penyusunan kurikulum Rp 3,66 miliar, guru dan tenaga pendidik Rp 1,11 triliun, operasional sekolah Rp 187,73 miliar, dan dukungan teknis lainnya Rp 116,64 miliar.

Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Mohammad Nuh, menegaskan bahwa program ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan Juli 2025. Ia menyebut Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan ketimpangan sosial dan pendidikan.

“Memuliakan kaum miskin bukan hanya memberi bantuan, tapi memastikan mereka mendapatkan pendidikan terbaik, dari infrastruktur, pengalaman belajar, hingga pendekatan kognitif,” jelas Nuh.

Di tengah era serba digital, Sekolah Rakyat akan dibekali dengan fasilitas laboratorium komputer, perpustakaan digital, dan akses internet cepat. Proses belajar-mengajar akan mengedepankan sistem digitalisasi yang responsif terhadap kebutuhan generasi muda yang lahir dan tumbuh dalam dunia digital.

“Eranya sudah berubah. Maka sistem pendidikan juga harus berubah. Sekolah Rakyat akan mengadopsi pembelajaran berbasis teknologi digital,” tambah Nuh.

Dari 100 lokasi yang ditargetkan, 65 titik telah siap operasional usai mendapat verifikasi dari Kementerian PUPR. Sementara itu, 35 titik lainnya masih dalam proses verifikasi dan renovasi. Lokasi yang telah siap diperkirakan dapat menampung sekitar 6.800 siswa.

Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Lima Sekolah Rakyat Siap Hadir di Kaltim 2025, Gubernur Rudy Mas’ud Beri Lampu Hijau Total

Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Terdata lebih dari 9.000 pendaftar untuk 65 lokasi yang sudah tersedia.

“Kami terus bekerja keras agar seluruh target 100 titik bisa terpenuhi. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat,” kata Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat 2025 merupakan bagian dari agenda besar reformasi pendidikan nasional yang inklusif, adil, dan bermartabat. Ini juga sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memastikan pendidikan berkualitas tidak hanya dinikmati kota besar, tapi juga desa terpencil. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d