Nasional

Sekolah Rakyat Prabowo! 300 Daerah Siap Wujudkan Pendidikan Gratis untuk Rakyat Miskin

×

Sekolah Rakyat Prabowo! 300 Daerah Siap Wujudkan Pendidikan Gratis untuk Rakyat Miskin

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau lahan calon lokasi Sekolah Rakyat di Tebingtinggi.
Menteri Sosial Gus Ipul dan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat meninjau lahan di Kampus V UIN-SU Tebingtinggi, bagian dari persiapan pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

EKSPOSTIMES.COM- Angin perubahan besar tengah berembus dari dunia pendidikan Indonesia. Program Sekolah Rakyat, gagasan visioner Presiden Prabowo Subianto, semakin mendekati kenyataan. Hingga pertengahan April 2025, lebih dari 300 daerah dari seluruh penjuru negeri, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota, telah menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari gerakan pendidikan berkeadilan ini.

“Sudah lebih dari 300 pemerintah daerah yang mengajukan proposal untuk bergabung dalam desk Sekolah Rakyat,” ungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat meninjau persiapan program di Kompleks Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (18/4/2025)

Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan! Kemensos Siap Bangun 100 Sekolah Rakyat Juli 2025

Gus Ipul menjelaskan, Desk Sekolah Rakyat merupakan forum strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan—dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah—guna mempercepat pelaksanaan program.

Kementerian PU-Pera, ATR/BPN, Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemensos duduk bersama membahas aspek teknis: mulai dari legalitas lahan, kesiapan infrastruktur, hingga penyediaan tenaga pendidik.

“Kalau lahan dan fasilitas pendukung sudah siap, Sekolah Rakyat bisa langsung berjalan sesuai arahan Presiden,” tegas Gus Ipul yang juga menjabat Sekjen PBNU.

Untuk tahap awal, 200 titik lokasi akan memanfaatkan bangunan yang sudah ada. Pembangunan gedung baru akan dimulai pada tahun berikutnya.

Baca Juga: Kemensos dan Kemendikdasmen Bersinergi Bangun Sekolah Rakyat untuk Anak Kurang Mampu

Tak kalah penting adalah kebutuhan tenaga pengajar. Pemerintah telah menyiapkan empat skema rekrutmen guru, yakni dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), PPPK penuh waktu, PPPK paruh waktu, serta Lulusan Program PPG bersertifikat.

Target utama Sekolah Rakyat adalah anak-anak dari keluarga miskin, khususnya yang berada di desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN).

Ini menjadikan program ini sebagai langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan struktural melalui pendidikan berkualitas.

“Ini tentang memastikan yang paling membutuhkan, benar-benar mendapatkan akses pendidikan,” ujar Gus Ipul.

Di Sumatera Utara, respons terhadap Sekolah Rakyat sangat positif. Gubernur Bobby Nasution menyampaikan bahwa sebanyak 21 kabupaten/kota telah menyatakan minat kuat untuk membangun Sekolah Rakyat di wilayahnya.

Baca Juga: Kemensos Pastikan Santunan bagi Korban Pohon Tumbang Saat Shalat Idulfitri di Pemalang

“Kami siap mendukung penuh. Sekolah Rakyat bisa menjadi jawaban atas ketimpangan pendidikan,” ucap Bobby saat meninjau lahan di Kampus V UIN-SU Tebingtinggi, bersama Gus Ipul.

Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, bahkan telah menyiapkan rencana perluasan lahan untuk memenuhi persyaratan lahan minimal 6 hektare yang diwajibkan pemerintah.

Program ini tak hanya menjanjikan pendidikan gratis, tetapi juga pendidikan yang bermartabat dan inklusif.

“Sekolah Rakyat adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat kecil. Dari sinilah kebangkitan wong cilik dimulai. Ini fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Gus Ipul. (riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sbobet

INDOBET365

LALIGA365

pokerqq online

SBET11

slot gacor

yy4d